Kehidupan Baru Mako Komuro di Amerika Serikat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Mako Komuro, mantan anggota keluarga kerajaan Jepang, kini menjalani kehidupan sebagai warga sipil biasa di Connecticut, Amerika Serikat. Pasangan ini telah menetap di negara tersebut sejak 2021 setelah resmi melepas status bangsawan mereka. Kehidupan Mako dan suaminya, Kei Komuro, kini lebih sederhana namun penuh makna.
Kehidupan Sehari-hari yang Sederhana
Pada musim semi 2026, Mako terlihat berbelanja kebutuhan rumah tangga bersama Kei di pusat perbelanjaan lokal di Connecticut. Mereka tinggal di sebuah unit kondominium di Fairfield County yang memiliki harga sekitar 680.000 dolar AS. Sebelumnya, pasangan ini sempat menyewa apartemen di kawasan Manhattan sebelum memutuskan untuk pindah ke Connecticut.
Kehidupan mereka kini lebih tenang dan jauh dari sorotan media. Meskipun begitu, pasangan ini tetap menjaga privasi dan tidak mengungkapkan identitas anak mereka yang sesekali terlihat saat beraktivitas di ruang publik.
Perjalanan Karier yang Berbeda
Mako, yang memiliki latar belakang pendidikan sebagai sejarawan seni, kini aktif dalam proyek sukarela. Ia membantu kurator di The Metropolitan Museum of Art (Met) dalam mengelola koleksi seni Asia, termasuk lukisan gulung. Ini menjadi langkah penting bagi Mako untuk tetap terlibat dalam dunia seni meski tidak lagi berstatus sebagai anggota keluarga kerajaan.
Sementara itu, Kei Komuro telah membangun karier sebagai pengacara yang fokus pada perdagangan internasional dan keamanan nasional. Setelah lulus ujian advokat pada 2022, ia kini bekerja sebagai associate di firma hukum Lowenstein Sandler LLP. Profesi ini memberinya kesempatan untuk berkembang di bidang hukum internasional.
Pemutusan Hubungan dengan Keluarga Kerajaan
Mako dan Kei memilih untuk sepenuhnya mandiri secara finansial tanpa bergantung pada dukungan dari keluarga kerajaan Jepang. Hal ini menjadi bagian dari keputusan mereka untuk hidup sebagai warga sipil biasa. Dalam pernikahan mereka, Mako juga mencetak sejarah dengan menolak tunjangan pernikahan sebesar 150 juta yen atau setara Rp15,6 miliar, sesuai Hukum Rumah Tangga Kekaisaran Jepang.
Kehidupan yang Tenang dan Stabil
Meski kini tinggal jauh dari Jepang, Mako dan Kei tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga mereka. Namun, mereka lebih memilih untuk menjalani kehidupan yang tenang dan stabil di Amerika Serikat. Mako sering menghabiskan waktu untuk aktivitas sosial dan budaya, sementara Kei fokus pada pekerjaannya sebagai pengacara.
Kehidupan mereka menjadi contoh bagaimana seseorang bisa menjalani kehidupan yang sederhana namun penuh makna. Mako dan Kei berhasil menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari status atau kekayaan, tetapi dari keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.***

>

Saat ini belum ada komentar