Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Capai 3 Juta, Pemkot Surabaya Siapkan Kebijakan Baru untuk Atasi Urbanisasi Pasca-Lebaran

Capai 3 Juta, Pemkot Surabaya Siapkan Kebijakan Baru untuk Atasi Urbanisasi Pasca-Lebaran

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

dIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya tengah mempersiapkan langkah-langkah baru guna menghadapi arus urbanisasi yang biasanya meningkat tajam setelah libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan kota. Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, Pemkot Surabaya berencana menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap pendatang tanpa pekerjaan.

Data Penduduk dan Kepadatan yang Meningkat

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Surabaya mencapai 3.008.860 jiwa hingga Semester I/2025. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 86 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Tingkat kepadatan penduduk juga meningkat menjadi 8.995 jiwa per km². Kecamatan Bulak memiliki tingkat kepadatan tertinggi dengan 38.034 jiwa per km², sementara Kecamatan Tambaksari memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu 226.452 orang.

Operasi Yustisi untuk Pengawasan Pendatang

Salah satu strategi utama yang akan diterapkan adalah operasi yustisi terhadap pendatang yang masuk ke Surabaya pasca-Lebaran. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pihaknya akan memantau secara ketat pergerakan penduduk musiman ini. Pendatang yang tidak memiliki pekerjaan jelas akan dipertimbangkan untuk tidak masuk ke kota. Tujuannya adalah untuk mencegah peningkatan masalah sosial seperti peningkatan jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) dan potensi peningkatan tindak kejahatan.

Peran Perangkat Daerah dalam Pengawasan

Eri Cahyadi menyatakan bahwa Pemkot Surabaya akan melibatkan berbagai perangkat daerah hingga tingkat RT/RW untuk melakukan pengawasan terhadap arus pendatang. Hal ini dimaksudkan agar pemerintah dapat melakukan pendataan yang lebih akurat di lapangan. Bagi penduduk luar daerah yang tinggal indekos, mereka akan dicatat sebagai warga KTP musiman, bukan sebagai penduduk ber-KTP Surabaya.

Keterampilan dan Tujuan yang Jelas untuk Pendatang

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya M Fikser menekankan bahwa Surabaya tetap terbuka bagi siapa pun yang ingin mencari penghidupan. Namun, para pendatang diharapkan memiliki keterampilan dan tujuan yang jelas ketika datang ke kota tersebut. Operasi yustisi akan dilakukan seusai hari raya Idulfitri, melibatkan unsur pemerintah wilayah di tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Tanggapan dari Sosiolog

Sosiolog Universitas Airlangga Surabaya, Bagong Suyanto, memberikan kritik terhadap kebijakan yang diambil oleh Pemkot Surabaya. Menurutnya, pemerintah harus merubah paradigma atas fenomena migrasi penduduk desa ke kota. Migran sebaiknya dipandang sebagai korban, bukan sebagai terdakwa. Bagong menegaskan bahwa manusia dan sumber daya alam dari kawasan pedesaan merupakan penyangga penting bagi roda ekonomi-sosial di kawasan urban.

Kritik terhadap Kebijakan Elitis

Bagong juga menyoroti bahwa kota sering kali membangun dirinya hanya untuk kebutuhan kelas menengah ke atas, sehingga migran terpinggirkan dan tidak diakomodasi. Ia menegaskan bahwa kota dibangun untuk semua, bukan hanya untuk segelintir kalangan elit. Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah harus mampu menjembatani kebutuhan antara penduduk asli dan pendatang.

Kebijakan baru yang diterapkan oleh Pemkot Surabaya untuk mengatasi urbanisasi pasca-Lebaran diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial dan keamanan kota. Namun, kritik dari sosiolog menunjukkan bahwa pemerintah perlu memperhatikan keseimbangan antara pengendalian pendatang dan perlindungan hak-hak mereka. Kebijakan yang inklusif dan adil akan menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan kota yang berkelanjutan dan harmonis.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenal IMB: Perizinan yang Hilang di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    Mengenal IMB: Perizinan yang Hilang di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Bangunan Musala Tiga Lantai di Ponpes Al Khoziny yang Ambruk Tanpa Izin DiaGRAMKOTA.COM – Sebuah bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin (29/9/2025) sore. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Bupati Sidoarjo, Subandi, mengungkapkan hal ini setelah melakukan […]

  • Istighosah Santri di DPRD Kuningan: Menghadapi Disinformasi Xpose Trans7 yang Merusak Pesantren

    Istighosah Santri di DPRD Kuningan: Menghadapi Disinformasi Xpose Trans7 yang Merusak Pesantren

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Aksi Damai Santri dan Kiai di DPRD Kuningan DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan santri dan kiai dari berbagai pondok pesantren ternama di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melakukan aksi damai yang diberi tajuk “Istighosah Kubro Santri di DPRD Kuningan”. Aksi ini dilakukan pada Senin, 20 Oktober 2025, dengan memakai pakaian putih dan jilbab. Mereka mengepung halaman kantor Dewan Perwakilan […]

  • Pemkot Surabaya , Pasar Murah

    Upaya Pemkot Surabaya Menekan Inflasi Jelang Ramadan, Segera Lakukan Pemeriksaan Pasar

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 96
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mengambil langkah strategis untuk menekan laju inflasi di tengah situasi ekonomi yang dinamis. Tindakan ini dilakukan menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026, yang biasanya menjadi periode kritis bagi stabilitas harga bahan pokok. Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, sejumlah komoditas […]

  • Pencak Silat Surabaya Siap Berlaga di Kejurprov Jawa Timur 2026

    Pencak Silat Surabaya Siap Berlaga di Kejurprov Jawa Timur 2026

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 42
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat olahraga dan budaya, kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan seni bela diri pencak silat. Dalam persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2026, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya menargetkan meraih juara umum dengan memperkuat timnya melalui berbagai program latihan intensif. Persiapan Matang untuk Menembus Juara Umum Ketua […]

  • Serap Aspirasi warga PBI, DPRD Disambati Pembangunan Infrastruktur Dan Pavingisasi

    Serap Aspirasi warga PBI, DPRD Disambati Pembangunan Infrastruktur Dan Pavingisasi

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 338
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi D DPRD Surabaya Fraksi Gabungan PPP-Demokrat-Nasdem Agus Mashuri Menggelar Reses bersama Warga di Balai RT 7 Rw 8 Kelurahan Babat Jerawat Kecamatan Pakal.

  • Ketersediaan Beras

    Ketersediaan Beras di Probolinggo Terjaga Selama 1,5 Tahun ke Depan, Tersisa 80 Ribu Ton

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Cabang Probolinggo tercatat mencapai 80 ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa pasokan beras di wilayah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 18 bulan atau sekitar 1,5 tahun ke depan. Hal ini memberikan rasa aman menghadapi momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pemantauan dan Pengelolaan Stok […]

expand_less