Pergerakan Pasar Saham di Tengah Kekhawatiran tentang AI dan Inflasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar saham global mengalami volatilitas pada hari Selasa, dengan indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,33% dan menutup sesi perdagangan di level 6.941,81. Indeks Nasdaq Composite juga turun 0,59% menjadi 23.102,47, sementara Dow Jones Industrial Average naik 52,27 poin atau 0,10% mencapai rekor tertinggi baru sebesar 50.188,14. Rekor ini terjadi setelah indeks tersebut mencatatkan rekor intraday berturut-turut untuk ketiga kalinya dalam sepekan.
Kekhawatiran investor terhadap ancaman kecerdasan buatan (AI) terhadap sektor keuangan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Teknologi AI yang semakin berkembang menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan keuangan seperti LPL Financial, Charles Schwab, dan Morgan Stanley bisa terkena dampak negatif. Harga saham LPL Financial turun 8,3%, sedangkan Charles Schwab dan Morgan Stanley masing-masing turun 7,4% dan lebih dari 2%.
Di sisi lain, sektor material dan utilitas mengalami kenaikan karena investor berpindah ke aset yang lebih stabil. Anthony Saglimbene, strategis pasar Ameriprise Financial, menyatakan bahwa ada “rotasi ke area lain yang lebih terlindungi dari perdagangan AI”. Hal ini menunjukkan bahwa investor mulai melihat peluang di sektor-sektor yang tidak terlalu rentan terhadap perkembangan teknologi AI.
Pengaruh Data Penjualan Ritel dan Pemulihan Ekonomi
Data penjualan ritel bulan Desember menunjukkan aktivitas konsumen yang datar, dengan penjualan tidak mengalami pertumbuhan dari bulan sebelumnya. Angka ini jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang memprediksi kenaikan sebesar 0,4%. Penurunan ini diperparah oleh cuaca buruk dan inflasi yang terus meningkat. Meski demikian, penjualan ritel tanpa mobil meningkat sebesar 0,3% dari prediksi 0,3%.
Investor saat ini sedang menantikan laporan pekerjaan minggu depan dan data harga konsumen pada Jumat. Para analis percaya bahwa tingkat pengangguran dan persepsi pasar terhadap lingkungan kerja akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar.
Perusahaan Teknologi Menghadapi Persaingan Berat
Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Take-Two Interactive Software dan Unity Software mendapatkan dukungan dari beberapa lembaga investasi. Raymond James mengupgrade saham Take-Two Interactive Software menjadi “strong buy” karena potensi pertumbuhan yang kuat meskipun sempat turun akibat kekhawatiran terhadap AI. Sementara itu, Oppenheimer menaikkan rating saham Unity Software menjadi “outperform”, mengharapkan pertumbuhan pendapatan yang pesat di tahun 2026.
Di sisi lain, Qualcomm mendapat rating underweight dari Morgan Stanley karena ancaman kekurangan memori yang bisa memengaruhi volume penjualan handset. Analyst Joseph Moore mengatakan bahwa perusahaan ini mungkin telah mencapai batas maksimal dari kemampuan laba mereka.
Perusahaan Global Menghadapi Kinerja yang Tidak Memuaskan
Dua perusahaan multinasional, Coca-Cola dan Marriott, melaporkan kinerja yang tidak memuaskan karena kinerja di Amerika Utara yang lambat. Coca-Cola mengalami penurunan pendapatan sebesar 2% dibandingkan estimasi Wall Street, sementara Marriott mengalami penurunan 1% di properti AS dan Kanada akibat shutdown pemerintah AS.
Namun, di luar Amerika Utara, kinerja Marriott tetap positif dengan peningkatan 1% di seluruh wilayah kecuali Tiongkok. Sementara itu, Coca-Cola melaporkan peningkatan permintaan di Amerika Utara dan Amerika Latin, meskipun masih menghadapi tantangan.
Perdagangan Saham di Bursa New York
Sesi perdagangan hari Selasa dimulai dengan kenaikan di bursa New York, dengan indeks Dow Jones Industrial Average mencatatkan rekor intraday baru. Indeks ini naik 262 poin atau 0,5% menjadi 50.398,00. Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq Composite juga mengalami kenaikan sebesar 0,1%.
Beberapa perusahaan seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing, Dupont De Nemours, dan CVS Health juga mencatatkan pergerakan positif sebelum pembukaan pasar. Taiwan Semiconductor Manufacturing melaporkan pendapatan bulanan terbesarnya sepanjang sejarah, sementara Dupont De Nemours mengungkapkan kinerja keuangan yang lebih baik dari ekspektasi. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar