Penggunaan Teknologi Blockchain dalam Pelacakan Emisi Rantai Pasok
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Teknologi blockchain semakin diakui sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan akurasi pelacakan emisi rantai pasok, khususnya dalam mengelola emisi Scope 3. Emisi ini merupakan emisi tidak langsung yang berasal dari berbagai aktivitas di sepanjang rantai pasok, dan sering kali menjadi tantangan besar bagi organisasi dalam melaporkannya. Dengan tekanan terus-menerus untuk transparansi lingkungan, perusahaan mencari metode yang lebih akurat dan dapat dipercaya.
Mengapa Emisi Scope 3 Penting?
Emisi Scope 3 sering kali melebihi emisi langsung, sehingga menjadi fokus utama bagi perusahaan yang ingin mengurangi jejak karbon mereka secara keseluruhan. Menurut laporan World Economic Forum, hanya delapan rantai pasok yang menyumbang lebih dari setengah emisi global. Angka ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan metode pelacakan yang lebih baik.
Contoh dari emisi Scope 3 termasuk:
- Proses rantai pasok
- Penggunaan produk
- Transportasi
Kompleksitas dalam melacak emisi ini sering kali menyebabkan perselisihan tentang akurasi data, yang menunjukkan pentingnya solusi seperti blockchain.
Bagaimana Blockchain Membantu Akurasi Data?
Meskipun blockchain lebih dikenal sebagai teknologi dasar untuk cryptocurrency, kini ia mulai memperluas penggunaannya ke berbagai sektor, termasuk pelacakan emisi dan verifikasi identitas digital. Sebagai buku besar bersama, blockchain memungkinkan berbagai pihak untuk mengakses dan memvalidasi catatan, yang secara signifikan mengurangi potensi penipuan.
Sebagai contoh, Walmart telah berhasil menerapkan teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan pangan. Waktu yang dibutuhkan untuk melacak item, seperti mangga AS, telah berkurang drastis dari beberapa hari menjadi hitungan detik, menunjukkan efisiensi blockchain dalam mengelola rantai pasok.
Peran Blockchain dalam Industri Pengiriman
Industri pengiriman juga sedang mengeksplorasi kemampuan blockchain. Pada tahun 2019, Lars Kastrup dari Maersk mengadvokasi TradeLens untuk meningkatkan transparansi. Namun, kolaborasi dengan IBM menghadapi tantangan karena partisipasi industri yang terbatas, yang memengaruhi kesuksesan komersialnya.
Kasus Penggunaan Baru dalam Blockchain
Diskusi terbaru menunjukkan bahwa blockchain bisa memungkinkan pengumpulan data emisi real-time dengan mengintegrasikan sensor dan perangkat pelacakan. Selain itu, seiring berkembangnya teknologi verifikasi, pasar sertifikat karbon mungkin bisa memanfaatkan kemampuan blockchain.
Peluang yang ditawarkan oleh teknologi blockchain antara lain:
- Pencatatan data emisi instan
- Pendapatan baru melalui layanan verifikasi
Masa Depan Blockchain dalam Pelacakan Emisi
Para ahli percaya bahwa blockchain tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan melalui proses verifikasi. Namun, tata kelola yang efektif dan penyelesaian sengketa sangat penting untuk membangun kepercayaan dalam sistem ini.
Masa depan blockchain dalam pelacakan emisi rantai pasok bergantung pada evolusinya dari teknologi eksperimental menjadi infrastruktur dasar. Keberhasilannya akan bergantung pada dukungan berkelanjutan dari pemangku kepentingan dan investasi finansial yang bertujuan untuk mendorong adopsi yang luas. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar