Masih Banyak TPS Liar di Surabaya, Peninjauan Langsung Menteri Lingkungan Hidup Terhadap Pengelolaan Sampah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 54 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sampah liar surabaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik di Kota Surabaya, salah satunya adalah Pasar Wonokromo. Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen pemerintah untuk berperang melawan sampah. Dalam peninjauan tersebut, Menteri Hanif menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di Surabaya masih memerlukan banyak pembenahan meski selama ini kota tersebut dikenal sebagai salah satu yang memiliki pengelolaan sampah terbaik.
Masalah Pengelolaan Sampah di Surabaya
Menurut Menteri Hanif, hasil pengecekan langsung di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara nilai penilaian kebersihan dengan kondisi riil. Ia menyebutkan bahwa saat ini masih banyak tempat pembuangan sampah sementara atau TPS liar di berbagai titik kota. “Secara penilaian bersih, tetapi setelah kita cek di lapangan masih banyak yang perlu dibenahi, jadi penilaian Kota Surabaya perlu dikoreksi ulang lagi. Masih banyak tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang saya lihat,” ujarnya.
Permasalahan Sampah di Berbagai Wilayah
Permasalahan sampah tidak hanya terdapat di pasar, tetapi juga di sepanjang aliran sungai, kawasan sekitar stasiun hingga sejumlah jalan protokol dan wilayah pinggiran kota. Di beberapa lokasi, sampah terlihat menumpuk dan tidak terkelola dengan baik. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan dampak lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani secara serius.
Evaluasi dan Pendampingan Pemerintah
Sebelum melakukan sidak di Surabaya, Menteri Hanif juga telah mengunjungi sejumlah daerah lain seperti Bontang, Balikpapan dan Ciamis, yang sama-sama memiliki nilai pengelolaan sampah tinggi. Ia menegaskan bahwa Presiden telah memberikan arahan yang jelas untuk berperang melawan sampah. “Kita tidak bisa memberikan penghargaan jika kenyataan di lapangan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan,” tegasnya.
Pemerintah tidak akan ragu untuk meninjau ulang pemberian nilai dan penghargaan jika kondisi di lapangan belum sesuai standar, serta berkomitmen terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah. “Sebelumnya, Surabaya termasuk tiga kota dengan nilai pengelolaan sampah sangat tinggi yang menjadi prioritas dalam pendampingan kami untuk memastikan bahwa hak masyarakat akan lingkungan yang bersih dan nyaman dapat terwujud.”
Harapan untuk Surabaya
Menteri Hanif berharap Surabaya mampu berbenah serta menjadi contoh nasional dalam pengelolaan sampah yang bersih, sehat dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi model pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Langkah-Langkah yang Diperlukan
Beberapa langkah yang diperlukan untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Surabaya antara lain:
– Memperketat pengawasan terhadap TPS liar
– Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah
– Melibatkan komunitas lokal dalam program pengelolaan sampah
– Mengembangkan sistem pengumpulan dan pengolahan sampah yang lebih efisien
Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis, Surabaya dapat mencapai standar pengelolaan sampah yang lebih baik dan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar