Komentar Menteri Kelautan dan Perikanan Trenggono Soal Anggaran Kapal yang Disengketakan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono, memberikan respons terkait pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai alokasi anggaran kapal. Trenggono menegaskan bahwa dana pembangunan kapal ikan yang digunakan berasal dari pinjaman luar negeri, bukan dari anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam tanggapannya yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya.
Sumber Dana Pembangunan Kapal Ikan
Menurut Trenggono, proyek pembangunan 1.500 kapal ikan yang dilakukan oleh KKP didanai melalui kredit dari pemerintah Inggris. Dalam catatan media, Indonesia memang berencana untuk meningkatkan kapasitas industri perikanan dengan membangun sejumlah kapal yang akan mendukung aktivitas penangkapan ikan di perairan nasional.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” ujar Trenggono dalam unggahan Instagramnya.
Penjelasan Terkait Tudingan dari Menteri Keuangan
Tudingan yang disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan bahwa anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, namun industri galangan kapal belum menerima pesanan. Namun, Trenggono menegaskan bahwa dana yang digunakan bukan berasal dari Kemenkeu, sehingga ia meminta Purbaya untuk memverifikasi langsung dengan jajarannya.
“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan,” katanya dalam video yang viral di media sosial.
Konteks Perdebatan di Acara Revitalisasi Galangan Kapal
Perdebatan ini terjadi dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dalam acara tersebut, Purbaya menyampaikan keheranannya karena KKP belum juga melakukan pesanan ke industri galangan kapal lokal, meskipun anggaran pengadaan kapal telah cair.
Namun, Trenggono menegaskan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena sumber dana yang digunakan berasal dari pinjaman luar negeri.
Isu Kapal Mangkrak di Muara Angke
Selain isu anggaran, ada pula laporan mengenai kapal-kapal yang mangkrak di Muara Angke, Jakarta. Hal ini menjadi perhatian serius bagi KKP, karena kondisi tersebut dapat mengganggu operasional industri perikanan dan ekosistem laut.
Trenggono menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya keras untuk memastikan agar semua kapal yang dibangun dapat beroperasi secara efektif dan memberikan manfaat bagi nelayan serta masyarakat sekitar.
Tantangan dalam Pengembangan Industri Perikanan
Pembangunan kapal ikan tidak hanya terkait dengan anggaran, tetapi juga dengan infrastruktur, teknologi, dan kesiapan SDM di industri galangan kapal. KKP dan Kemenkeu harus bekerja sama untuk memastikan bahwa proses pengadaan kapal berjalan lancar dan sesuai rencana.
Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan industri perikanan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat daya saing sektor maritim nasional. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar