Investor Tertarik pada Pasar Saham BBCA, Ini yang Terjadi di Pasar Modal
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam situasi pasar yang sedang bergejolak, banyak investor memilih untuk memperkuat posisi mereka. Salah satu contohnya adalah Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Lianawaty Suwono, yang melakukan pembelian saham besar-besaran senilai Rp2,1 miliar. Transaksi ini dilakukan pada 28 Januari 2026, ketika harga saham BBCA berada di level Rp7.025 per saham.
Transaksi tersebut menunjukkan bahwa Lianawaty memiliki keyakinan terhadap potensi pertumbuhan saham BBCA dalam jangka panjang. Dengan membeli 300.000 saham, ia meningkatkan kepemilikannya menjadi 3.140.417 saham atau sekitar 0,0025 persen dari total saham perseroan. Sebelumnya, ia hanya menggenggam 2.840.417 saham atau sekitar 0,0023 persen.
Perkembangan Harga Saham BBCA
Pada saat transaksi dilakukan, pasar saham tengah mengalami tekanan berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan, mencatatkan penurunan lebih dari 8 persen dalam dua hari berturut-turut. Hal ini dipicu oleh masalah free float saham di Indonesia yang menjadi sorotan pengelola indeks MSCI.
Saham BBCA juga turut terkena dampaknya. Pada Rabu (28/1/2026), saham bank swasta terbesar di Tanah Air ini melemah 6,33 persen ke Rp7.025. Namun, tekanan pasar tidak berlangsung lama. Saham BBCA berhasil bangkit dengan menguat 2,49 persen ke Rp7.200 pada Kamis (29/1/2026), lalu melanjutkan penguatan 2,78 persen ke level Rp7.400 pada penutupan perdagangan Jumat (30/1/2026).
Kondisi Pasar Saham Secara Umum
Meski terjadi kenaikan sementara, jika dilihat dalam periode satu bulan, saham BBCA masih mengalami penurunan sebesar 7,79 persen. Sementara itu, dalam tiga bulan terakhir, saham BBCA merosot tajam hingga 13,95 persen.
Pergerakan pasar saham selalu dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti sentimen politik, kebijakan pemerintah, dan kondisi global. Investor perlu memantau perkembangan ini secara terus-menerus agar bisa mengambil keputusan yang tepat.
Strategi Investasi dan Kepercayaan Investor
Ketika pasar sedang tidak stabil, banyak investor memilih untuk memperkuat portofolio mereka. Dengan membeli saham BBCA, Lianawaty menunjukkan bahwa ia percaya pada masa depan perusahaan. Selain itu, strategi investasi yang dilakukan oleh para pemegang saham utama sering kali menjadi indikator penting bagi investor lain.
Sejumlah analis menyatakan bahwa pembelian saham oleh direksi dapat memberikan sinyal positif kepada pasar. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen percaya akan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar.
Rekomendasi untuk Investor
Bagi investor yang ingin memperkuat portofolio mereka, penting untuk mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, pastikan untuk memahami risiko yang terkait dengan investasi saham. Kedua, lakukan analisis mendalam terhadap perusahaan yang ingin Anda investasikan. Ketiga, jangan ragu untuk mencari bantuan dari ahli keuangan jika diperlukan.
Investasi saham membutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan. Dengan memahami dinamika pasar dan menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, investor dapat memperoleh hasil yang optimal dalam jangka panjang.***

>

Saat ini belum ada komentar