Investor Asing Lakukan Aksi Jual Besar Saat Kepemimpinan BEI Berubah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Investor asing mencatatkan aksi jual bersih yang signifikan pada perdagangan Jumat (30/1). Angka tersebut mencapai sebesar Rp1,53 triliun. Peristiwa ini terjadi di tengah perubahan kepemimpinan di Bursa Efek Indonesia (BEI), setelah Direktur Utama BEI, Iman Rachman, mengundurkan diri pada hari yang sama.
Pergerakan pasar saham domestik terpantau melemah akibat tekanan dari aksi jual investor asing. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sebesar 6,94 persen dalam periode 23-30 Januari 2026. Pada penutupan perdagangan, IHSG berada di level 8.329,606, turun dari posisi 8.951,010 pada pekan sebelumnya.
Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 7,37 persen, menjadi Rp15.046 triliun, dibandingkan dengan posisi Rp16.244 triliun pada minggu sebelumnya. Meskipun indeks terpuruk, aktivitas perdagangan menunjukkan peningkatan. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun dari Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian juga meningkat sebesar 1,59 persen menjadi 3,82 juta kali transaksi.
Namun, volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 3,69 persen, yaitu turun menjadi 63,3 miliar lembar saham dari 65,73 miliar lembar saham.
Perkembangan Investor Pasar Modal
Di tengah situasi pasar yang tidak stabil, jumlah investor pasar modal domestik terus bertambah. Hingga akhir Januari 2026, total jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 21.037.426 single investor identification (SID). Angka ini meningkat sebesar 673.218 SID dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2025.
Jumlah investor saham juga mengalami kenaikan, yaitu menjadi 8.980.318 SID. Peningkatan ini tercatat sebesar 367.958 SID dari posisi akhir 2025.
Dampak Perubahan Kepemimpinan di BEI
Mundurnya Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI memicu ketidakpastian di kalangan pelaku pasar. Hal ini berdampak langsung pada sentimen investor, baik lokal maupun asing. Beberapa analis menyebutkan bahwa perubahan kepemimpinan dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan pengelolaan bursa.
Seorang narasumber dari kalangan analis pasar modal mengatakan, “Perubahan kepemimpinan di BEI bisa menjadi isyarat bagi para investor untuk lebih waspada terhadap risiko yang muncul.”
Tren Perdagangan yang Menarik Perhatian
Meski IHSG mengalami penurunan, tren perdagangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas. Rata-rata nilai transaksi harian melonjak, yang menunjukkan bahwa ada minat besar dari para pelaku pasar untuk tetap berpartisipasi meskipun kondisi pasar sedang tidak stabil.
Selain itu, frekuensi transaksi harian yang meningkat juga menunjukkan bahwa investor cenderung lebih aktif dalam melakukan transaksi, meskipun volume saham yang diperdagangkan sedikit menurun.
Perspektif Masa Depan
Beberapa pihak optimis bahwa pasar saham akan segera pulih setelah proses pembenahan di BEI selesai. Namun, banyak juga yang memprediksi bahwa volatilitas pasar akan tetap tinggi hingga terjadi perubahan struktural yang lebih signifikan.
Seorang ahli ekonomi menyampaikan pandangannya, “Pasar membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kepemimpinan. Dalam jangka panjang, jika kebijakan dan manajemen bursa lebih stabil, maka sentimen pasar akan kembali pulih.”***

>

Saat ini belum ada komentar