Strategi Disdik Jawa Timur Tahun 2026: Prioritas Anggaran 20% Tetap Berlaku
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sab, 3 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memastikan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi fokus utama dalam alokasi anggaran. Hal ini dilakukan meskipun pemerintah tengah melakukan efisiensi di berbagai bidang lain. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa komitmen untuk menjaga alokasi mandatory spending sebesar 20% tetap berlaku.
Komitmen Terhadap Sektor Pendidikan
Aries menyampaikan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan sejak tahun 2025. Pada tahun tersebut, lebih dari 300 satuan pendidikan di seluruh Jawa Timur mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp450 miliar. Di tahun 2026, pemerintah tidak akan mengurangi alokasi dana khusus untuk perbaikan sekolah rusak, kebutuhan ruang kelas baru, maupun penyediaan alat vokasi dan laboratorium.
“Ini adalah instruksi Ibu Gubernur agar pendidikan tetap berjalan lancar dan kebutuhan kelas tercukupi, meskipun kita berada di tengah efisiensi anggaran,” ujar Aries saat hadir dalam peresmian revitalisasi 38 sekolah di Malang Raya.
Proses Seleksi yang Ketat
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Dinas Pendidikan Jatim menerapkan sistem seleksi ketat berbasis proposal. Setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan revitalisasi dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Prosesnya meliputi:
- Pengajuan: Sekolah menyampaikan kebutuhan sarana prasarana melalui proposal resmi kepada Dinas Pendidikan.
- Verifikasi: Tim khusus akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi riil di sekolah, apakah kerusakan disebabkan oleh faktor usia bangunan atau bencana alam.
- Skala Prioritas: Penentuan penerima didasarkan pada tingkat urgensi, seperti ketiadaan laboratorium, ruang kelas yang tidak layak, hingga ketiadaan fasilitas sanitasi (toilet) yang representatif.
Visi “Jatim Cerdas” dan “Jatim Gerbang Baru Nusantara”
Program revitalisasi ini, menurut Aries, adalah bagian dari visi besar “Jatim Cerdas” dan “Jatim Gerbang Baru Nusantara”. Melalui perbaikan fisik dan penyediaan alat praktik yang modern, diharapkan lulusan SMA/SMK di Jawa Timur memiliki daya saing tinggi sesuai standar industri.
“Ini bukan sekadar membangun gedung, tapi menciptakan lompatan transformasi agar proses belajar mengajar aman dan nyaman. Kami ingin setiap rupiah dari APBD berdampak nyata bagi kualitas SDM kita,” pungkas Aries. ***





Saat ini belum ada komentar