Saham BBRI Jadi Pilihan Investasi yang Menarik di Tengah Penurunan IHSG
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) akibat sentimen pasar global, khususnya dari MSCI, banyak investor mulai mencari saham-saham yang memiliki potensi pertumbuhan dengan harga yang relatif murah. Salah satu saham yang menarik perhatian adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), atau lebih dikenal sebagai BRI.
Alasan Mengapa BBRI Dianggap Murah
Saham BBRI saat ini tercatat memiliki rasio harga terhadap laba (PE) sebesar 9,7 kali berdasarkan data Stockbit Sekuritas. Angka ini menunjukkan bahwa saham bank pemerintah ini relatif murah dibandingkan dengan saham-saham lainnya yang memiliki prospek serupa. Dengan PE yang rendah, investor bisa mempertimbangkan BBRI sebagai opsi investasi jangka menengah maupun panjang.
Selain itu, BBRI juga memiliki rasio return on equity (ROE) yang baik. ROE menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari modal sendiri. Dengan ROE yang kuat, BBRI menunjukkan bahwa bank ini mampu mengelola aset dan modal secara efisien, sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Daftar Saham Big Cap yang Harganya Murah
Selain BBRI, terdapat delapan saham big cap lainnya yang juga dinilai murah dengan ROE yang baik. Berikut daftarnya:
- Adaro Andalan Indonesia (AADI): PE 5 kali.
- United Tractors (UNTR): PE 5,8 kali.
- Astra International (ASII): PE 7,5 kali.
- Indofood Sukses Makmur (INDF): PE 7,5 kali.
- Alamtri Resources Indonesia (ADRO): PE 7,8 kali.
- Bank Negara Indonesia (BBNI): PE 8 kali.
- Perusahaan Gas Negara (PGAS): PE 9,9 kali.
Daftar ini menunjukkan bahwa ada beberapa opsi investasi yang layak dipertimbangkan oleh investor, terutama mereka yang mencari saham dengan potensi pertumbuhan dan harga yang terjangkau.
Prospek Laba BBRI dalam Jangka Menengah
Oso Sekuritas, salah satu lembaga analisis pasar modal, menyebutkan bahwa BBRI memiliki prospek laba yang positif dalam jangka menengah. Proses pemulihan laba ini didorong oleh peningkatan kualitas aset dan penurunan risiko kredit. Sebelumnya, laba BBRI terhambat karena peningkatan provisi dan margin bunga bersih yang lebih ketat.
Broker efek tersebut merekomendasikan investor untuk membeli saham BBRI dengan target harga dalam 12 bulan sebesar Rp 4.230. Rekomendasi ini menunjukkan bahwa Oso Sekuritas melihat potensi pertumbuhan yang cukup signifikan dari saham BRI dalam waktu dekat.
Komentar dari Analis Pasar
Beberapa analis pasar juga menilai bahwa BBRI memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi tekanan eksternal. Meski IHSG sedang tertekan, saham BBRI tetap menjadi pilihan yang menarik karena stabilitas dan kinerja keuangan yang solid.
Seorang analis pasar mengatakan, “BBRI memiliki fondasi yang kuat sebagai bank pemerintah yang telah beroperasi selama bertahun-tahun. Dengan struktur bisnis yang stabil dan manajemen yang baik, saham ini bisa menjadi pilihan yang aman.”
Kesimpulan
Dalam situasi pasar yang tidak menentu, BBRI menawarkan kesempatan investasi yang menarik bagi investor yang ingin memperoleh keuntungan jangka menengah. Dengan PE yang rendah dan ROE yang baik, saham ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari portofolio investasi. Selain itu, proyeksi dari lembaga analisis seperti Oso Sekuritas menunjukkan bahwa BBRI memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik.
Investor yang ingin memantau perkembangan saham BBRI dapat mengikuti update terbaru melalui platform trading dan analisis pasar yang tersedia. Dengan memperhatikan tren pasar dan kinerja perusahaan, investor bisa membuat keputusan investasi yang lebih tepat.

>

Saat ini belum ada komentar