Sah! Indonesia Terpilih Pimpin Dewan HAM PBB 2026: Kepemimpinan yang Berimbang dan Inklusif
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tahun 2026. Keputusan ini menandai peran penting negara dalam forum internasional, khususnya di bidang hak asasi manusia. Penetapan ini dilakukan dalam pertemuan Dewan HAM PBB pada 8 Januari 2026 di Jenewa, yang juga menjadi organisasi pertama lembaga tersebut pada tahun ini.
Perjalanan Menuju Kepemimpinan Internasional
Sebelum pengumuman resmi, negara-negara anggota Asia-Pacific Group (APG) telah menyepakati pencalonan Indonesia melalui mekanisme pemilihan kawasan. Proses ini dilakukan seiring dengan upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai forum multilateral. Dalam menjalankan strategi ini, Kementerian Luar Negeri menggerakkan seluruh perwakilan diplomatik di luar negeri serta melakukan pendekatan intensif kepada perwakilan negara sahabat yang berada di Jakarta.
Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di Jenewa memainkan peran sentral dalam proses ini. Pendekatan ini didukung oleh PTRI New York serta perwakilan RI lainnya, yang bekerja sama untuk memastikan keberhasilan pencalonan Indonesia.
Tokoh Utama yang Memimpin
Jabatan Presiden Dewan HAM PBB akan dipegang oleh Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Sebelum menempati posisi ini, Sidharto memiliki pengalaman luas dalam diplomasi, termasuk sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN serta Duta Besar RI untuk India dan Bhutan. Pengalaman ini memberinya wawasan mendalam tentang dinamika diplomasi internasional, terutama dalam konteks isu-isu hak asasi manusia.
Visi dan Tujuan Kepemimpinan Indonesia
Selama masa presidensinya pada 2026, Indonesia akan memimpin seluruh sidang dan proses Dewan HAM PBB sesuai dengan agenda kerja tahunan lembaga tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa kepemimpinan Indonesia akan dijalankan secara objektif, inklusif, dan berimbang dalam menangani berbagai isu hak asasi manusia yang menjadi perhatian komunitas internasional.
Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan bahwa Indonesia berkomitmen mengedepankan prinsip imparsialitas, objektivitas, dan transparansi selama menjalankan presidensi. Fokus utama kepemimpinan Indonesia adalah membangun kepercayaan, memperkuat dialog lintas kawasan, serta mendorong partisipasi konstruktif seluruh pemangku kepentingan.
Tema Kepemimpinan Indonesia
Tema yang diusung Indonesia dalam presidensi ini adalah “A Presidency for All”, yang mencerminkan tekad untuk memperkuat konsensus, meningkatkan efektivitas kerja Dewan, dan menjaga kredibilitas Dewan HAM PBB sebagai bagian penting dari sistem multilateral global. Tema ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga keadilan dan kesetaraan dalam setiap keputusan yang diambil.
Riwayat Kepemimpinan Indonesia di Forum Internasional
Presidensi Indonesia pada 2026 menjadi yang pertama sejak Dewan HAM PBB dibentuk pada 2006, seiring dengan mekanisme kepemimpinan yang bergilir antar kelompok kawasan. Hingga kini, Indonesia telah enam kali menjadi anggota Dewan HAM PBB. Indonesia juga pernah dua kali menjabat sebagai Wakil Presiden Dewan HAM PBB, masing-masing pada 2009 yang diemban oleh Duta Besar Dian Triansyah Djani dan pada 2024 oleh Duta Besar Febrian A. Ruddyard.
Bahwa sebelum Dewan HAM PBB berdiri, Indonesia telah memimpin Komisi Hak Asasi Manusia PBB pada 2005 melalui Duta Besar Makarim Wibisono. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia telah lama aktif dalam isu-isu hak asasi manusia di tingkat internasional.***





Saat ini belum ada komentar