Perubahan Struktur Staf Persebaya Surabaya di Bawah Kepemimpinan Bernardo Tavares
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMAKOTA.COM – Persebaya Surabaya kini mengalami perubahan signifikan dalam struktur staf kepelatihan. Salah satu perubahan terbesar adalah peran Uston Nawawi, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih, kini bergeser menjadi direktur teknik. Perubahan ini menjadi sorotan utama dalam era kepelatihan Bernardo Tavares, yang berupaya memperkuat struktur internal tim untuk mencapai prestasi lebih tinggi.
Uston Nawawi, dikenal sebagai legenda Persebaya, kini fokus pada pengembangan teknis dan strategi tim secara menyeluruh. Dalam dokumen resmi DSP I.League sebelum laga melawan PSIM Yogyakarta, peran Uston telah tercatat sebagai direktur teknik. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen Persebaya Surabaya sedang melakukan penyesuaian untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut.
Performa Tim yang Menggembirakan
Di tengah perubahan struktur staf, Persebaya Surabaya berhasil meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa strategi yang diterapkan oleh Bernardo Tavares mulai menunjukkan hasil positif. Gali Freitas, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto menjadi pencetak gol bagi Persebaya, memberikan kemenangan penting yang membawa mereka naik ke peringkat keenam klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 31 poin.
Kemenangan ini tidak hanya memberikan tiga poin tambahan, tetapi juga memberikan semangat baru kepada para pemain dan pendukung Persebaya, yang disebut sebagai Bonek. Kehadiran Uston Nawawi sebagai direktur teknik diharapkan dapat memperkuat fondasi tim dalam jangka panjang.
Struktur Pemain dan Staf yang Lebih Komplit
Di bawah kepemimpinan Bernardo Tavares, struktur staf Persebaya Surabaya kini lebih lengkap dan terstruktur. Selain Uston Nawawi, posisi manajer tim diisi oleh Sidiq Maulana Tualeka, mantan wartawan Jawa Pos. Andri Suyoko bertugas sebagai sekretaris tim, sementara Paulo Renato Goncalves Duarte dan Shin Sanggyu menjadi asisten pelatih. Felipe Martins Goncalves ditunjuk sebagai pelatih kiper, sedangkan Ahmad Ridhoi bertindak sebagai dokter tim.
Selain itu, Yogha Rasta Aditya Chasantana dan Dani Maulana Nugraha bertugas sebagai fisioterapis, serta Sutrisno sebagai kit man. Dengan komposisi staf yang lebih lengkap, Persebaya Surabaya siap menjalani kompetisi dengan strategi yang lebih matang dan terarah.
Pengaruh Perubahan Struktur pada Kinerja Tim
Perubahan peran Uston Nawawi menjadi direktur teknik tidak hanya mengubah dinamika internal tim, tetapi juga memberikan dampak positif pada kinerja pemain di lapangan. Dengan fokus pada pengembangan teknis, Uston diharapkan dapat memastikan bahwa setiap pemain memiliki kemampuan yang optimal untuk mendukung target tim.
Bernardo Tavares, sebagai pelatih kepala, terus memimpin Persebaya Surabaya dengan dukungan staf yang solid. Dalam wawancaranya, ia menyatakan bahwa perubahan struktur ini merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih profesional dan efisien. “Kami ingin memastikan bahwa semua aspek dari tim bekerja secara harmonis,” ujarnya.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski telah menunjukkan progres positif, Persebaya Surabaya masih menghadapi tantangan dalam kompetisi yang semakin ketat. Namun, dengan struktur staf yang lebih baik dan peran Uston Nawawi yang lebih fokus pada pengembangan teknis, tim memiliki peluang besar untuk meraih kesuksesan di musim ini.
Dalam konteks yang lebih luas, perubahan ini juga menjadi indikasi bahwa Persebaya Surabaya sedang bertransformasi menuju era yang lebih modern dan profesional. Dengan dukungan dari para staf dan pelatih, Green Force siap menghadapi tantangan-tantangan berikutnya dengan semangat dan strategi yang tepat.

>

Saat ini belum ada komentar