Persebaya Surabaya Tetap Dukung Meski Bonek Dilarang Hadir di Stadion
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Larangan kehadiran suporter tim tamu dalam laga PSIM Jogjakarta kontra Persebaya Surabaya tidak mengurangi semangat pendukung. Bahkan, fenomena ini menunjukkan pergeseran cara dukungan yang lebih kreatif dan digital. Meski tidak bisa hadir secara langsung di stadion, ribuan penggemar Persebaya tetap membanjiri media sosial dengan pesan-pesan dukungan yang penuh antusiasme.
Kehadiran Suporter Tamu Dilarang, Tapi Semangat Tetap Ada
Pertandingan yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 25 Januari 2026, akan berlangsung tanpa kehadiran Bonek dan Bonita. Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi bersama kepolisian, yang menegaskan larangan bagi suporter tim tamu untuk seluruh laga kandang PSIM musim ini. Alasan utamanya adalah faktor keamanan dan keterbatasan kapasitas stadion.
Ketua Panpel PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menjaga kondusivitas pertandingan. “Dukungan terbaik adalah sikap dewasa dan menjaga persaudaraan antarsuporter,” ujarnya. Namun, meski dilarang hadir di tribun, penggemar Persebaya tetap menunjukkan dukungan mereka melalui cara yang berbeda.
Dukungan Digital Jadi Bentuk Baru dari Bonek
Tanpa kehadiran fisik di stadion, Bonek justru memilih bentuk dukungan virtual. Kolom komentar media sosial PSIM dipenuhi pesan-pesan singkat yang penuh semangat, seperti “Intine 3 poin kanggo tamu” atau “Wajib 3 poin.” Pesan-pesan ini menjadi bukti bahwa dukungan untuk Persebaya tetap kuat, bahkan mungkin lebih besar karena tidak terbatas oleh ruang fisik.
Menurut seorang penggemar, “Bonek tidak perlu hadir di stadion untuk memberikan dukungan. Mereka bisa menyampaikan semangat lewat media sosial, dan itu cukup efektif.” Fenomena ini menunjukkan bagaimana teknologi dan media sosial telah menjadi alat baru dalam membangun komunitas suporter.
Persebaya Mengandalkan Energi Virtual
Bagi Persebaya, dukungan digital ini menjadi energi tambahan saat bertandang. Meskipun tidak ada sorak sorai dari tribun tamu, semangat para penggemar tetap terasa melalui komentar dan pesan yang terus muncul. Hal ini juga membantu pemain dalam membangun motivasi untuk meraih hasil maksimal.
Sementara itu, bagi PSIM, laga ini menjadi kesempatan untuk mempertahankan kemenangan di kandang. Tanpa kehadiran suporter tamu, atmosfer pertandingan akan lebih tenang, namun tekanan psikologis tetap ada dari dukungan virtual yang terus mengalir.
Apakah “Tribun Digital” Bisa Berbuah Tiga Poin?
Pertanyaan utamanya adalah apakah dukungan virtual dari Bonek bisa berubah menjadi tiga poin di lapangan hijau. Jawaban akan datang dalam 90 menit pertandingan di Bantul. Meski tidak ada sorak di tribun, semangat dan harapan dari para penggemar tetap menjadi bagian penting dari pertandingan ini.
Perubahan Pola Dukungan Suporter
Fenomena ini menandai pergeseran pola dukungan suporter. Tanpa provokasi, Bonek memilih doa, humor, dan keyakinan sebagai bahasa dukungan. Tekanan moral tetap terasa, meski tanpa sorak di stadion. Ini menunjukkan bahwa semangat suporter tidak hanya bergantung pada kehadiran fisik, tetapi juga pada komunikasi dan empati yang terbangun melalui platform digital.
Meski dilarang hadir di stadion, Bonek tetap menunjukkan dukungan yang luar biasa. Dukungan digital menjadi alternatif yang efektif dan kreatif, membuktikan bahwa semangat suporter tidak pernah mati. Bagi Persebaya, ini menjadi momentum untuk menunjukkan kemampuan mereka di luar kandang, sementara bagi PSIM, laga ini menjadi tantangan baru dalam menjaga kemenangan di kandang.***

>

Saat ini belum ada komentar