Persebaya Surabaya Menghadapi Tantangan Besar Akibat Aturan Bosman
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya, klub sepak bola ternama di Indonesia, kini menghadapi situasi yang sangat menantang. Empat pemain utamanya berpotensi pergi secara gratis pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Hal ini tidak lepas dari dampak aturan Bosman, yang telah mengubah wajah sepak bola modern sejak diberlakukan pada 1995. Aturan ini memberi kekuatan penuh kepada pemain dengan kontrak yang akan habis untuk menentukan masa depan kariernya tanpa hambatan biaya transfer.
Aturan Bosman lahir dari perjuangan Jean-Marc Bosman, seorang gelandang Belgia yang menolak tunduk pada sistem lama yang mengekang hak pemain. Putusan Mahkamah Kehakiman Uni Eropa pada 15 Desember 1995 menggugurkan kewajiban biaya transfer bagi pemain yang kontraknya berakhir. Sejak saat itu, pemain bebas menegosiasikan kontrak baru dengan klub mana pun saat masa kerjanya tersisa enam bulan. Klub lama tidak lagi memiliki hak menahan pemain, kecuali mampu meyakinkan lewat kontrak baru yang lebih menarik.
Dampak aturan ini terasa luas hingga hari ini, termasuk di kompetisi domestik seperti Super League 2025/2026. Klub dituntut lebih cermat menjaga aset, sementara pemain punya posisi tawar lebih tinggi dalam menentukan langkah. Situasi ini memicu persaingan yang semakin ketat dan dinamis.
Pemain Terancam Pergi Secara Gratis
Empat pemain Persebaya Surabaya yang berpotensi pergi secara gratis adalah Francisco Rivera, Bruno Moreira, Dejan Tumbas, dan satu nama lainnya yang belum diungkap. Kontrak mereka akan habis pada Mei 2026, sehingga mereka memiliki kebebasan untuk mencari klub baru tanpa harus melalui proses transfer yang biasanya mahal.
Francisco Rivera, misalnya, sudah menjadi bagian dari skuad Persebaya sejak beberapa tahun lalu. Kontraknya akan berakhir pada Mei 2026, membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling rentan terkena efek Bosman Rule. Sementara itu, Bruno Moreira juga memiliki masa kontrak yang sama, membuatnya bisa pergi secara gratis jika tidak ada kesepakatan baru.
Strategi Persebaya untuk Mencegah Kehilangan Pemain
Manajemen Persebaya Surabaya sadar betul akan ancaman ini. Pelatih Green Force, Bernardo Tavares, langsung bertindak cepat dengan memanfaatkan jeda kompetisi putaran pertama Super League 2025/2026 untuk memperkuat fondasi tim. Ia menyatakan bahwa pihak klub akan mencari solusi terbaik berdasarkan kontribusi pemain yang ada dan membahasnya bersama dewan direksi.
“Kami akan melihat solusi terbaik berdasarkan kontribusi pemain yang ada dan membahasnya bersama dewan direksi,” ujar Bernardo Tavares pada Januari 2026. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan klub dalam menghadapi risiko kehilangan pemain kunci secara gratis.
Dampak Jangka Panjang Aturan Bosman
Aturan Bosman bukan hanya mengubah cara klub mengelola pemain, tetapi juga memengaruhi strategi jangka panjang. Klub-klub besar kini harus lebih waspada dalam menjaga pemain yang memiliki kontrak mendekati akhir. Di sisi lain, pemain yang memiliki potensi besar bisa memilih klub sesuai dengan keinginan mereka sendiri, tanpa harus terikat oleh biaya transfer.
Ini juga memberi peluang bagi klub-klub kecil untuk merekrut pemain berkualitas dengan biaya rendah, selama pemain tersebut bersedia bermain di klub tersebut. Namun, hal ini juga meningkatkan kompetisi antar klub, karena setiap klub ingin mempertahankan pemain terbaik mereka.
Tantangan Bagi Klub Sepak Bola Indonesia
Efek Bosman Rule tidak hanya terasa di level klub, tetapi juga berdampak pada pengembangan sepak bola nasional. Klub-klub di Indonesia kini harus lebih kreatif dalam mengelola sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi era di mana pemain memiliki lebih banyak pilihan.
Selain itu, aturan ini juga memengaruhi mental pemain. Mereka kini lebih percaya diri dalam menentukan masa depan kariernya, karena tidak lagi tergantung pada kebijakan klub. Ini bisa menjadi tantangan bagi manajemen klub dalam menjaga loyalitas pemain.***

>

Saat ini belum ada komentar