Peringatan Cuaca Ekstrem di Indonesia: Banjir dan Angin Kencang Mengancam Wilayah Ini
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung hingga 29 Januari 2026. Peringatan ini disampaikan setelah mengamati pergerakan bibit siklon tropis yang memengaruhi kondisi atmosfer di berbagai wilayah Indonesia.
Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem
Pergerakan bibit siklon tropis 91S dan 92P menjadi salah satu penyebab utama cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi. Bibit siklon 91S terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dengan tekanan udara minimum sekitar 1004 hPa dan kecepatan angin maksimum 30 knot. Sementara itu, siklon 92P terletak di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa dan kecepatan angin sebesar 15 knot.
Dampak dari pergerakan siklon ini adalah peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah seperti Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga Sumba, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Perairan Utara Madura hingga Flores. Selain itu, terbentuknya daerah pertemuan angin atau konfluensi dan perlambatan angin atau konvergensi di Perairan Selatan Jawa Timur, Pulau Timor, serta sekitar bibit siklon tropis.
Dampak El Niño dan MJO pada Cuaca
Selain faktor siklon, kondisi El Niño Southern Oscillation (ENSO) juga turut memengaruhi cuaca di Indonesia. ENSO terpantau menguat dalam fase negatif yang menunjukkan La Nina lemah. Hal ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah, terutama bagian timur Indonesia.
Selain itu, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) juga aktif melintasi perairan Timur Lampung, Lampung, perairan Kepulauan Seribu, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara. Gelombang Rossby Ekuator juga aktif di Samudra Hindia Barat Sumatera Utara hingga Lampung.
Wilayah yang Terdampak Cuaca Ekstrem
BMKG memperkirakan bahwa periode 24-29 Januari akan didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Wilayah yang perlu waspada terhadap hujan sedang-lebat antara lain Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi di wilayah seperti Lampung, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, Banten, serta Jakarta.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Ia juga menekankan pentingnya persiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
BMKG menyarankan masyarakat untuk memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui laman www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.
Langkah Pencegahan dan Mitigasi
Beberapa langkah pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait. Contohnya, BPBD DKI Jakarta melakukan semai 800 kg kalsium oksida di Bekasi untuk mencegah banjir. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak menyumbat saluran air.
Kesadaran masyarakat terhadap cuaca ekstrem dan tindakan pencegahan sangat penting untuk mengurangi risiko bencana. Dengan adanya peringatan dini dan kesadaran yang tinggi, diharapkan dampak dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

>

Saat ini belum ada komentar