Pergerakan Saham GOTO yang Mencuri Perhatian Investor
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar
DIAGRAMKOTA.COM – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi sorotan setelah mengalami lonjakan signifikan dalam perdagangan beberapa hari terakhir. Pada sesi I perdagangan Rabu, 14 Januari 2026, saham emiten teknologi ini mencatatkan kenaikan sebesar 5,97% dengan harga Rp 71 per saham. Angka ini menunjukkan respons positif dari pasar terhadap kinerja dan prospek perusahaan.
Pengamatan dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan bahwa saham GOTO mencatat net buy sebesar Rp 219,1 miliar. Jumlah ini mencerminkan aktivitas pembelian besar-besaran oleh investor, termasuk para pemodal institusi. Volume transaksi juga cukup tinggi, dengan sebanyak 5,79 miliar saham diperdagangkan dan nilai transaksi mencapai Rp 404 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 25.099 kali.
Lonjakan saham GOTO tidak terlepas dari isu merger antara GoTo dan Grab. Dalam beberapa waktu terakhir, kabar tentang rencana penggabungan kedua perusahaan tersebut telah memicu optimisme di kalangan investor. Proyeksi dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyebutkan bahwa entitas gabungan akan menguasai sekitar 91% pangsa pasar transportasi daring di Indonesia dan 90% di Singapura. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan efisiensi melalui konsolidasi infrastruktur dan operasional.
Dari sisi keuangan, BRIDS mencatat bahwa Grab memiliki posisi tawar yang lebih kuat karena telah mencapai EBITDA positif tahunan pada 2024. Sementara itu, GoTo baru saja menunjukkan peningkatan signifikan dengan EBITDA positif pada pertengahan 2025. Meski begitu, proyeksi merger diharapkan dapat mempercepat pencapaian profitabilitas berkelanjutan di Asia Tenggara.
Selain itu, ada isu bahwa Danantara akan berperan dalam merger ini. Nama Danantara disebut akan memegang golden share atau hak suara khusus untuk memastikan pemerintah tetap memiliki kendali atas kebijakan strategis nasional. Ini menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas dan kontrol terhadap bisnis digital di Indonesia.
Pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, saham GOTO juga menguat sebesar 1,52%. Kenaikan ini menunjukkan tren positif yang terus berlanjut. Namun, investor tetap harus waspada terhadap risiko yang mungkin muncul, terutama terkait proses merger dan kompetisi di pasar digital.
Proyeksi Harga dan Tantangan yang Dihadapi
Meskipun prospek merger memberikan harapan, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh GOTO. Salah satunya adalah persaingan ketat dengan platform lain seperti Grab. Meskipun merger diharapkan dapat menciptakan skala ekonomi yang lebih besar, proses integrasi dan pengelolaan bisnis yang kompleks bisa menjadi hambatan.
Selain itu, investor juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti dinamika pasar modal dan regulasi yang berubah-ubah. Meski saat ini saham GOTO sedang dalam tren positif, kondisi pasar bisa berubah cepat tergantung pada berbagai faktor ekonomi dan politik.
Pergerakan saham GOTO yang signifikan menunjukkan bahwa investor percaya pada potensi pertumbuhan perusahaan setelah merger dengan Grab. Namun, penting bagi para pemodal untuk tetap memantau perkembangan terkini dan memahami risiko yang mungkin muncul. Proyeksi harga dan strategi jangka panjang akan menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan saham GOTO ke depan.***





Saat ini belum ada komentar