Peran BEI dalam Memperbaiki Kepatuhan Free Float Saham MSCI
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya keras untuk membangun kepercayaan dari lembaga indeks global, khususnya MSCI. Upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akurasi data free float saham perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa. Free float merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh investor publik, dan menjadi faktor penting dalam penilaian indeks global.
Beberapa waktu lalu, IHSG sempat anjlok hingga 8% setelah MSCI mengumumkan penilaian terhadap struktur kepemilikan saham di Indonesia. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran investor global, meski terdapat perbaikan minor dalam data free float yang disampaikan oleh BEI. Namun, secara keseluruhan, masih ada ketidakpuasan terhadap transparansi dan pengelolaan data tersebut.
“Kami BEI, OJK dan KSEI bukan tidak melakukan sesuatu. Kita lakukan perbaikan terkait free float yang sudah ada,” ujar Iman dalam konferensi pers di Gedung BEI. Ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut membutuhkan waktu dan tidak bisa langsung memuaskan pihak MSCI, sehingga mereka memutuskan untuk membukukan sementara saham-saham RI.
Tantangan dalam Proses Perbaikan Data
Iman menjelaskan bahwa MSCI sebenarnya sudah mengetahui bahwa BEI memerlukan waktu untuk memperbarui dokumen pengembangan data free float. Meskipun metode MSCI belum sepenuhnya sesuai dengan harapan, BEI tetap berkomitmen untuk menjalankan proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia.
“Karena MSCI gak minta spesifik ABCD, di bursa lainnya juga berbeda. Jadi yang bisa kita lakukan adalah yang sesuai ketentuan hukum di Indonesia,” jelas Iman. Hal ini menunjukkan bahwa BEI dan lembaga terkait seperti OJK serta KSEI sedang berupaya untuk menyeimbangkan antara standar internasional dan regulasi lokal.
Dampak Terhadap Pasar Modal
Keputusan MSCI untuk menunda pemutakhiran data free float memiliki dampak signifikan terhadap pasar modal Indonesia. Anjloknya IHSG mencerminkan ketidakpastian yang muncul dari para investor. Beberapa pihak khawatir akan adanya potensi arus keluar dana asing jika masalah ini tidak segera diselesaikan.
Namun, BEI dan lembaga terkait tetap optimis bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini akan memberikan hasil yang lebih baik di masa depan. Pihaknya terus berkomunikasi dengan MSCI untuk mencapai kesepahaman yang saling menguntungkan.
Upaya Bersama untuk Menyempurnakan Sistem
Selain itu, BEI juga aktif dalam menjalin komunikasi dengan lembaga internasional dan pihak-pihak terkait. Salah satu contohnya adalah rencana pertemuan langsung dengan MSCI untuk membahas isu free float. Langkah ini menunjukkan komitmen BEI dalam memperbaiki sistem dan meningkatkan kepercayaan investor global.
Langkah Strategis untuk Meningkatkan Transparansi
Untuk memperkuat transparansi, BEI dan OJK telah mengambil beberapa langkah strategis. Di antaranya adalah peningkatan koordinasi antar lembaga, penguatan regulasi, serta penerapan sistem digital untuk memastikan akurasi data. Selain itu, BEI juga terus berkoordinasi dengan perusahaan terbuka untuk memastikan keterlibatan aktif dalam proses perbaikan.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kepercayaan investor global dapat kembali pulih, dan pasar modal Indonesia dapat kembali stabil. Meski prosesnya membutuhkan waktu, upaya yang dilakukan oleh BEI dan mitra kerja menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih profesional dan terbuka.

>

Saat ini belum ada komentar