Pemetaan Kemampuan, Simulasi TKA Siswa SD dan SMP Dimulai Tahun Ini
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia akan menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026. Ini menjadi langkah baru dalam sistem evaluasi pendidikan nasional yang bertujuan untuk memastikan kesiapan siswa dalam melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya.
Tujuan Pelaksanaan TKA untuk SD dan SMP
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menjelaskan bahwa TKA bukan sebagai syarat kelulusan siswa, tetapi lebih sebagai alat pemetaan kemampuan akademik secara objektif. Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menegaskan bahwa hasil dari TKA dapat digunakan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
“TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif,” ujar Toni. Ia menambahkan bahwa data TKA juga membantu dalam merancang intervensi pendidikan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Jadwal Pelaksanaan TKA 2026
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP direncanakan berlangsung pada bulan April 2026. Berikut adalah rincian jadwalnya:
- Pendaftaran peserta: 19 Januari hingga 28 Februari 2026
- Gladi bersih: 9–17 Maret 2026
- Pelaksanaan TKA SMP: 6–16 April 2026
- Pelaksanaan TKA SD: 20–30 April 2026
- Pelaksanaan TKA susulan: 11–17 Mei 2026
- Proses pengolahan hasil: 18–23 Mei 2026
- Pengumuman hasil: 24 Mei 2026
Persiapan Peserta Didik
Untuk memastikan kesiapan peserta didik, BSKAP mendorong guru, siswa, dan satuan pendidikan untuk memanfaatkan platform Rumah Pendidikan. Di dalamnya terdapat laman Ayo Coba TKA dan Ruang Murid yang menyediakan contoh soal dan materi pendukung sesuai jenjang SD dan SMP.
Toni menekankan bahwa pelaksanaan TKA selalu mengedepankan prinsip integritas, objektivitas, dan akuntabilitas. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan terus diperkuat agar asesmen berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
“Hasil TKA bisa menjadi dasar perbaikan kurikulum dan metode pembelajaran di sekolah,” kata Toni. “Dengan data yang akurat, kita bisa mengetahui titik lemah dan memperbaikinya secara efektif.”***





Saat ini belum ada komentar