Pasar Hotel di Surabaya Menghadapi Tantangan Berat pada 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 19 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar properti di Indonesia, khususnya sektor hotel dan apartemen, mengalami dinamika yang kompleks selama tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi yang masih berhati-hati, beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali menunjukkan pertumbuhan yang selektif. Namun, khusus untuk Surabaya, pasar hotel menghadapi tekanan signifikan akibat penurunan aktivitas pemerintah dan perubahan pola permintaan.
Menurut laporan dari Colliers, sektor hunian dan akomodasi tetap menjadi tulang punggung pasar properti di kota-kota besar. Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan aktivitas pariwisata dan bisnis yang mulai stabil. Kebutuhan akan hunian juga berkembang seiring dengan dinamika perkotaan yang terus berubah. Faktor-faktor ini memberikan kontribusi besar terhadap pasar properti yang ada.
“Memasuki tahun 2026, prospek pasar properti menunjukkan arah yang lebih positif. Dengan pasokan yang terkendali dan permintaan yang berangsur pulih, properti yang terutama berlokasi strategis dan dikelola secara profesional akan mencatatkan permintaan lebih tinggi dan kondisi pasar yang lebih seimbang,” ujar Yulia Miranti, Kepala Pemasaran dan Komunikasi Colliers Indonesia.
Perkembangan Pasar Apartemen di Jakarta dan Surabaya
Di Jakarta, pasar apartemen sepanjang 2025 menunjukkan perbaikan permintaan meski pasokan baru relatif terbatas. Proyek yang rampung tercatat hanya sekitar setengah dari realisasi pasok tahun sebelumnya. Jakarta Selatan tetap menjadi kontributor utama dalam segmen apartemen. Minat pembeli cenderung stabil dan lebih dipengaruhi kepastian penyelesaian proyek serta reputasi pengembang.
Sementara itu, di Surabaya, pertumbuhan permintaan apartemen masih bergerak moderat. Pembeli pilihan cenderung memilih unit siap huni, terutama karena pengalaman keterlambatan proyek sebelumnya. Apartemen berlayanan masih diminati sebagai alternatif hunian sementara dan akomodasi medis. Dukungan apartemen berlayanan ini menopang pasar di tengah laju pertumbuhan yang terbatas.
Pertumbuhan Properti di Bali
Berbeda dengan kota lain, pasar apartemen di Bali terus berkembang seiring kuatnya sektor pariwisata. Kawasan seperti Canggu dan Uluwatu menjadi pusat pertumbuhan properti di Bali. Proyek di sana mengedepankan konsep gaya hidup, kesehatan, dan kebugaran. Pengembang semakin mengandalkan revitalisasi bangunan eksisting untuk mempertahankan lokasi premium. Strategi ini juga mempercepat waktu penyelesaian proyek.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Permintaan
Permintaan properti tetap bergerak, terutama untuk properti dengan lokasi strategis dan konsep relevan. Pengelolaan profesional juga makin menjadi faktor penentu pasar. Pengaruh fluktuasi harga tampak lebih kecil dibanding dua faktor tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa calon pembeli lebih memprioritaskan kualitas dan lokasi daripada harga.
Tantangan dan Peluang di Tahun 2026
Meskipun ada tantangan, peluang di pasar properti tetap terbuka. Kondisi pasar yang lebih seimbang dan permintaan yang berangsur pulih menunjukkan potensi pertumbuhan. Kombinasi antara pasokan yang terkendali dan permintaan yang stabil akan menjadi kunci kesuksesan industri properti di tahun mendatang.
Selain itu, inovasi dan strategi pengembangan properti yang lebih fleksibel dan adaptif akan menjadi penting. Pengembang harus terus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar, baik dari segi lokasi, konsep, maupun pengelolaan. Dengan pendekatan yang tepat, pasar properti di Indonesia, termasuk di Surabaya, dapat menghadapi tantangan dan menjalani masa depan yang lebih cerah.***

>

Saat ini belum ada komentar