Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Kondisi Jembatan di Ponorogo Mengkhawatirkan, Warga Terancam Terisolasi

Kondisi Jembatan di Ponorogo Mengkhawatirkan, Warga Terancam Terisolasi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kerusakan parah pada tiga jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, telah memicu kekhawatiran serius terhadap kesejahteraan masyarakat setempat. Jembatan-jembatan ini menjadi akses vital bagi ratusan warga yang tinggal di dua dusun, yaitu Dukuh Mijil dan Dukuh Mingging. Kerusakan yang terjadi akibat luapan sungai dan erosi aliran air selama musim hujan menimbulkan ancaman besar terhadap mobilitas penduduk.

Kerusakan Jembatan yang Mengancam Kehidupan Harian

Salah satu jembatan utama di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, ambrol pada akhir pekan lalu, mengakibatkan akses kendaraan roda empat terputus. Saat ini, hanya kendaraan roda dua yang masih bisa melintasi jembatan tersebut, meski kondisinya sangat tidak aman. Perangkat Desa Grogol, Kateni, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan bukanlah hal baru. Sebelumnya, satu jembatan sudah ambrol sejak 2022 dan sempat menewaskan korban.

“Dua jembatan lainnya juga dalam kondisi tidak layak. Salah satunya hanya menggunakan anyaman bambu hasil swadaya warga agar tetap bisa dilalui,” ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa minimnya upaya pemerintah daerah untuk menangani masalah infrastruktur yang kritis.

Ancaman Terisolasi dan Kesulitan Akses

Jika badan jembatan benar-benar roboh, ratusan warga akan terancam terisolasi total. Kateni menyampaikan bahwa akses utama saat ini sudah tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga aktivitas harian seperti berbelanja, bekerja, atau bahkan mengirim anak ke sekolah menjadi lebih rumit.

Warga setempat, Giono, mengungkapkan bahwa akses darurat yang ada sangat berbahaya, terutama saat hujan. “Sering kali kita harus memilih antara keselamatan dan kebutuhan dasar,” katanya.

Kekurangan Infrastruktur dan Tanggung Jawab Pemerintah

Masalah ini tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari, tetapi juga memperlihatkan kekurangan dalam pengelolaan infrastruktur oleh pemerintah setempat. Selama beberapa tahun terakhir, banyak laporan tentang kerusakan jembatan di wilayah Ponorogo, termasuk di kawasan lain seperti Bondowoso dan Tulungagung. Namun, penanganan seringkali tertunda atau tidak optimal.

Beberapa kali, pihak BPBD dan pemerintah kabupaten memberikan solusi sementara, seperti pembangunan jembatan darurat atau bantuan dana perbaikan. Namun, masalah ini terus berulang, menunjukkan adanya ketidakberlanjutan dalam program perbaikan infrastruktur.

Upaya Warga dan Tantangan Masa Depan

Di tengah ketidakpastian, warga setempat mencoba bertahan dengan inisiatif mandiri. Contohnya, mereka membuat jembatan sementara dari anyaman bambu agar tetap bisa melintasi sungai. Meski demikian, solusi ini tidak cukup untuk mengatasi risiko keselamatan dan kenyamanan jangka panjang.

Perlu langkah sistematis dan komprehensif dari pemerintah daerah, termasuk evaluasi berkala terhadap kondisi jembatan, anggaran yang cukup, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan infrastruktur. Tanpa itu, situasi seperti ini akan terus berulang dan membahayakan kehidupan warga.

Kesimpulan

Kerusakan jembatan di Ponorogo bukan hanya masalah teknis, tetapi juga cerminan dari kurangnya prioritas pemerintah terhadap infrastruktur masyarakat. Dengan kondisi yang semakin memprihatinkan, penting bagi semua pihak untuk segera mengambil tindakan nyata agar ratusan warga tidak terus-menerus terancam terisolasi.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Desa Kali Pecabean Polsek Candi Tinjau Budidaya Ikan Lele Wujudkan Ketahanan Pangan

    Bhabinkamtibmas Desa Kali Pecabean Polsek Candi Tinjau Budidaya Ikan Lele Wujudkan Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 239
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan, Bhabinkamtibmas Desa Kali Pecabean Polsek Candi Polresta Sidoarjo, Aiptu Sapto W, melakukan kunjungan ke lokasi budidaya ikan lele milik warga pada Senin (5/5/2025). Kunjungan tersebut dilakukan bersama Didik, salah satu warga penggerak budidaya, guna memantau perkembangan ikan lele yang dibudidayakan di empat kolam. Masing-masing kolam diketahui berisi […]

  • Polisi Berhasil Amankan Pelaku Penusukan Sopir Truk di SPBU Bunder Gresik

    Polisi Berhasil Amankan Pelaku Penusukan Sopir Truk di SPBU Bunder Gresik

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 175
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Satuan Raimas Kalamunyeng Polres Gresik Polda Jawa Timur bertindak cepat mengamankan pelaku penusukan di SPBU Bunder pada Sabtu (13/9/2025) malam. Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Heri Nugroho, mengatakan saat terjadi keributan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat dan segera mendatangi lokasi kejadian. Sesampai di lokasi, Tim Raimas mengendalikan situasi dengan mengamankan pelaku sekaligus mengevakuasi […]

  • Tim SAR 24 Jam Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

    Tim SAR 24 Jam Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Kondisi Evakuasi di Pondok Pesantren Al Khoziny DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menjelaskan situasi yang terjadi selama proses evakuasi para korban yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan 4 lantai dari Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo. Ia menyampaikan penjelasan tersebut saat mendampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kunjungan ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Emil […]

  • Masyarakat Sipil Kembali Desak Pembentukan TGPF Usut Kerusuhan yang Menewaskan di Akhir Agustus 2025

    Masyarakat Sipil Kembali Desak Pembentukan TGPF Usut Kerusuhan yang Menewaskan di Akhir Agustus 2025

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Peristiwa Kerusuhan Akhir Agustus 2025 dan Tuntutan untuk Investigasi Mendalam DIAGRAMKOTA.COM – Peristiwa kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025 memicu berbagai tuntutan dari masyarakat untuk mengungkap fakta secara transparan. Demonstrasi massa yang berujung pada kekerasan menimbulkan berbagai bentuk protes di ruang publik, baik melalui media sosial maupun aksi langsung. Banyak kelompok dan individu mulai menyuarakan […]

  • Baktiono : Pernyataan Ketua DPRD Surabaya Soal Tes Narkoba Anggap Menyudutkan PDI Perjuangan

    Baktiono : Pernyataan Ketua DPRD Surabaya Soal Tes Narkoba Anggap Menyudutkan PDI Perjuangan

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Sekaligus Anggota DPRD Fraksi PDIP Baktiono meminta Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono, menarik ucapannya yang menganjurkan tes narkoba kepada seluruh anggota Dewan, khususnya bagi fraksi PDI Perjuangan. “ Sebagai Ketua DPRD Surabaya Pernyataannya menyudutkan dan tidak netral dan menyudutkan PDI Perjuangan”.ungkap Baktiono Kepada Media Senin 4 […]

  • Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Serentak di Depan DPRD Jatim, Suarakan Lima Tuntutan

    Mahasiswa UWKS Gelar Aksi Serentak di Depan DPRD Jatim, Suarakan Lima Tuntutan

    • calendar_month Jumat, 23 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UWKS mengadakan aksi demonstrasi serentak di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jumat (23/8/2024) Aksi ini melibatkan sekitar 100 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Hukum (FH), yang menyuarakan lima tuntutan utama. Kelima tuntutan tersebut mencakup pembubaran DPR […]

expand_less