Kekacauan di Lapangan Tenis: Kontroversi dan Reaksi Netizen, Akibat Penampilan Hajar Abdelkader di Pertandingan ITF Nairobi viral
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar

(ilustrasi)
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah pertandingan tenis profesional yang berlangsung di turnamen ITF Nairobi menarik perhatian dunia setelah salah satu pemainnya tampil dengan performa yang sangat memprihatinkan. Pertandingan ini memicu berbagai reaksi dari netizen dan juga mengundang kritik terhadap pengambilan keputusan oleh pihak penyelenggara.
Pertandingan antara Lorena Schaedel, yang saat itu berada di peringkat 1026 dunia, melawan Hajar Abdelkader, seorang atlet muda asal Mesir, berakhir dengan skor 6-0, 6-0. Performa Schaedel terlihat sangat dominan, sementara Abdelkader tampak tidak siap menghadapi pertandingan profesional.
Kondisi yang Membuat Kaget
Abdelkader, yang baru saja mendapatkan wild card untuk ikut dalam turnamen, terlihat sangat tidak percaya diri sejak awal pertandingan. Ia kesulitan mengirim bola melewati net dan bahkan sering kali harus diberi tahu oleh wasit di mana posisi yang benar untuk memulai poin.
Selama pertandingan, Abdelkader melakukan double fault sebanyak 20 dari 24 poin servisnya. Dari tiga poin yang berhasil ia dapatkan, dua di antaranya berasal dari kesalahan Schaedel, sedangkan satu lainnya adalah kesalahan tak terduga.
Latar Belakang yang Mengejutkan
Menurut profil ITF-nya, ini adalah pertandingan pertama Abdelkader di level turnamen. Meski demikian, informasi di profil tersebut menyebutkan bahwa ia telah bermain tenis selama tujuh tahun. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya bagaimana seseorang bisa masuk ke dalam pertandingan profesional tanpa pengalaman sebelumnya.
Berdasarkan laporan, Abdelkader mungkin mendapatkan wild card secara mendadak setelah atlet Kenya yang direncanakan mundur di last minute. Keputusan ini memicu berbagai spekulasi tentang proses seleksi dan kesiapan atlet dalam kompetisi profesional.
Respons Media Sosial
Reaksi di media sosial sangat keras. Banyak pengguna menyoroti ketidaksiapan Abdelkader dan mempertanyakan alasan pemberian wild card. Beberapa netizen bahkan menyebutnya sebagai “atlet terburuk sepanjang masa”, sementara yang lain meminta penjelasan lebih lanjut dari pihak ITF.
Beberapa pengguna media sosial mengatakan, “Apa yang baru saja saya lihat? Ini seperti pertandingan yang tidak seharusnya terjadi.” Mereka merasa bahwa sistem penilaian dan seleksi atlet perlu diperbaiki agar tidak ada lagi kasus serupa.
Pertandingan ini menjadi peringatan bagi penyelenggara turnamen tenis untuk lebih teliti dalam memilih peserta. Kesiapan atlet tidak hanya tergantung pada pengalaman, tetapi juga pada kemampuan mereka untuk menghadapi tekanan kompetisi profesional. Tindakan yang dilakukan oleh ITF di Nairobi menunjukkan betapa pentingnya proses seleksi yang transparan dan adil.***





Saat ini belum ada komentar