Kehidupan dan Warisan Scott Adams, Kartunis Terkenal yang Meninggal Dunia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Scott Adams, seorang kartunis asal Amerika Serikat yang terkenal dengan karyanya Dilbert, meninggal dunia pada usia 68 tahun akibat kanker. Ia dikenal sebagai pencipta komik satir yang menggambarkan kehidupan seorang insinyur yang kompeten namun frustrasi di lingkungan kerja yang tidak menyenangkan. Komik ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1989 dan kemudian menjadi salah satu komik paling populer di seluruh dunia.
Perjalanan Karier yang Menginspirasi
The Dilbert Strip tidak hanya menjadi komik yang sukses, tetapi juga berkembang menjadi buku-buku bestseller seperti Dilbert Future dan The Joy of Work. Selain itu, karakter utamanya juga muncul dalam serial animasi, video game, dan berbagai media lainnya. Adams juga dikenal sebagai penulis buku-buku self-help yang populer, termasuk How to Fail at Almost Everything and Still Win Big dan Reframe Your Brain.
Adams meraih penghargaan bergengsi, yaitu Reuben Award dari National Cartoonists Society pada tahun 1997 untuk karyanya di Dilbert. Ia juga memenangkan Penghargaan Komik Surat Kabar karena kontribusinya dalam dunia kartun.
Kontroversi dan Perubahan dalam Karya
Pada tahun 2023, komik Dilbert dicabut oleh beberapa surat kabar besar, termasuk Washington Post, setelah Adams dituduh membuat komentar rasialis tentang orang kulit hitam. Dalam sebuah respons terhadap survei organisasi konservatif yang menyatakan bahwa banyak warga Afrika-Amerika tidak nyaman menjadi putih, Adams menyebut warga kulit hitam sebagai “kelompok benci” dan menyarankan orang kulit putih untuk menjauhi mereka.
Ia kemudian membela pernyataannya dengan menyatakan bahwa ia menggunakan hiperbola untuk menyampaikan pesan tertentu dan menegaskan bahwa ia menolak rasisme. Namun, laporan media dianggap tidak memperhatikan konteks pernyataannya.
Pesan Akhir yang Menyentuh
Shelly Miles, mantan istri Adams, mengumumkan kematian Adams melalui siaran langsung podcast-nya, Real Coffee with Scott Adams. Ia membacakan pesan akhir dari Adams yang menyatakan bahwa ia memiliki kehidupan yang luar biasa dan ingin agar orang-orang meneruskan warisannya dengan menjadi bermanfaat bagi sesama.
Adams juga meninggalkan pesan: “Jika saya mendapat manfaat dari pekerjaan saya, saya meminta Anda untuk membayar kembali sebaik mungkin. Itu adalah warisan yang ingin saya tinggalkan. Jadilah berguna, dan ketahuilah bahwa saya mencintai Anda semua sampai akhir.”
Perawatan Akhir Hayat
Adams telah menerima perawatan akhir hayat di rumahnya setelah kanker prostatnya menyebar ke tulang. Ia mengungkapkan diagnosisnya pada Mei 2025 dan mengatakan bahwa peluang pemulihan sangat rendah. Pada 1 Januari tahun ini, ia memberi tahu pendengarnya bahwa masa transisi akan terjadi dalam bulan Januari, baik itu dalam bentuk kemenangan maupun kehilangan.
Meski menghadapi kesulitan fisik seperti kehilangan sensasi di kakinya dan masalah jantung yang membuatnya sulit bernapas, Adams tetap bersemangat dan mengingatkan para pendengarnya untuk tetap bersiap menghadapi perubahan.
Kenangan dari Tokoh Terkenal
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan tribut atas kematian Adams melalui platform Truth Social. Ia menyebut Adams sebagai “Influencer Hebat” yang pernah menghargai dan menghormatinya saat hal itu tidak populer. Trump juga menyampaikan rasa belasungkawa atas perjuangan Adams melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.***





Saat ini belum ada komentar