Harbolnas 2025: Mendag catat transaksi capai Rp36,4 triliun
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOT.COM – Penggunaan platform digital dalam kehidupan sehari-hari semakin meningkat, terutama dalam aktivitas belanja. Tahun 2025 menjadi tahun yang menarik bagi industri perdagangan daring di Indonesia, khususnya dengan perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang berhasil mencatatkan total transaksi hingga Rp36,4 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp33-34 triliun dan menunjukkan pertumbuhan sebesar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Harbolnas 2025 tidak hanya menjadi momen belanja, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun. “Harbolnas berhasil membuktikan perayaan belanja dapat menjadi stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Lebih dari 1.300 pelaku usaha turut berpartisipasi dalam Harbolnas 2025. Para pelaku usaha ini terdiri atas pedagang, ritel daring, hingga penyedia layanan lokapasar. Dalam hal ini, produk lokal mencatatkan kontribusi sebesar 45,6 persen dari total transaksi atau setara Rp16,6 triliun. Transaksi produk lokal ini meningkat 3 persen, atau sebesar Rp500 miliar, bila dibandingkan dengan 2024.
Produk Lokal Menjadi Prioritas Konsumen
Tiga kategori produk lokal yang paling diminati oleh konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta produk makanan dan minuman. Penurunan preferensi terhadap produk impor menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung ekonomi dalam negeri.
Menurut Budi Santoso, capaian tersebut menunjukkan penguatan preferensi masyarakat terhadap produk dalam negeri di platform perdagangan digital. Pemerintah akan terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan momentum belanja daring seperti ini.
“Caranya adalah dengan mendorong peningkatan kualitas produk, perluasan jangkauan pasar, serta penguatan kapasitas digital agar mampu bersaing secara berkelanjutan,” katanya.
Sinergi Program Belanja Daring
Harbolnas 2025 tidak hanya menjadi acara tersendiri, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian program belanja daring lainnya seperti Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale. Ketiganya digabungkan menargetkan nilai transaksi hingga Rp110 triliun untuk 2025.
Melalui kombinasi program belanja tersebut, pemerintah berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat secara signifikan. Pelaku usaha juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan skala usaha, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan kapasitas digital di tengah ekosistem perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) yang semakin kompetitif.
Pengembangan Infrastruktur Digital
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan melalui infrastruktur digital. Indosat, misalnya, membentuk FiberCo untuk memperkuat tulang punggung digital Indonesia. Sementara itu, Samsung meluncurkan layar 3D 6K pertama di dunia, sedangkan Huawei juga merilis MatePad 12X 2026 yang siap masuk ke pasar Indonesia.
Perusahaan otomotif seperti Hyundai dan Honda juga terus berinovasi. Hyundai bakal segarkan Creta pada 2026, sementara Honda tampilkan STEP WGN e:HEV di pameran “Christmas Wonderland”. Di sisi lain, beberapa perusahaan teknologi seperti Samsung dan Huawei terus berkompetisi dalam inovasi produk yang lebih canggih dan efisien.
Pentingnya Keamanan dan Kesadaran Pengemudi
Di samping pengembangan teknologi, kesadaran pengemudi juga menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan berkendara. Lima hal penting yang harus dihindari pengemudi saat di jalan tol antara lain: kecepatan berlebihan, penggunaan ponsel saat berkendara, tidak mematuhi rambu lalu lintas, serta kurangnya pemantauan kondisi kendaraan. Selain itu, masalah mobil listrik yang bisa memicu kebakaran juga menjadi perhatian serius.
Rekomendasi untuk Pengembangan Berkelanjutan
Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pemerintah dan pelaku usaha harus bekerja sama dalam mendorong inovasi, peningkatan kualitas produk, dan penguatan infrastruktur digital. Selain itu, edukasi dan kesadaran masyarakat terhadap manfaat produk lokal juga sangat penting dalam membangun ekonomi nasional.***





Saat ini belum ada komentar