Efisiensi dan Fokus Medali, Strategi KONI Jatim Sambut PON Bela Diri II 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur menyiapkan strategi khusus dalam menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Juni 2026. Efisiensi anggaran dan fokus pada perolehan medali menjadi dua prinsip utama yang ditekankan KONI Jatim dalam mematangkan persiapan delapan cabang olahraga bela diri.(13/01/26)
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara KONI Jatim dan pimpinan cabang olahraga bela diri yang berlangsung di Gedung KONI Jawa Timur, Surabaya. Delapan cabor yang masuk agenda PON Bela Diri II 2026 meliputi kurash, kabbadi, muaythai, IBCA MMA, hapkido, tinju, anggar, dan kick boxing.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa Jawa Timur tidak akan sekadar berpartisipasi di PON Bela Diri II 2026, melainkan menargetkan hasil nyata melalui strategi yang terukur. Menurutnya, selama ini cabang olahraga bela diri masih perlu penguatan agar mampu bersaing dengan provinsi lain di tingkat nasional.
“Kami menerapkan prinsip efisiensi dan fokus medali. Tidak semua nomor akan diikuti. Hanya nomor yang memiliki peluang medali yang akan kami kirimkan atletnya,” ujar Nabil dalam keterangan tertulis, Rabu .
Untuk mendukung strategi tersebut, KONI Jatim akan memperketat seleksi atlet dengan pendampingan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).
Atlet yang dipilih merupakan mereka yang memiliki rekam prestasi kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti peraih medali pada PON XXI 2024 Aceh–Sumatra Utara, kejuaraan nasional, hingga ajang SEA Games 2025.
Selain seleksi atlet, KONI Jatim juga meminta masing-masing cabang olahraga melakukan analisis mendalam terhadap kekuatan dan peta persaingan dari provinsi lain.
Langkah ini dinilai penting agar program latihan dapat disusun lebih spesifik dan sesuai dengan karakter lawan yang akan dihadapi di Manado.
Nabil menyebut, waktu persiapan yang lebih panjang dibanding PON Bela Diri I 2025 di Kudus harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperbaiki sistem pembinaan. Mulai dari rekrutmen atlet, peningkatan kualitas latihan, hingga pemantapan mental tanding diharapkan berjalan lebih terukur dan berkesinambungan.
“Dengan persiapan yang lebih panjang, kami ingin pembinaan berjalan lebih sistematis. Harapannya, atlet-atlet Jawa Timur bisa tampil optimal dan memberikan kontribusi medali yang signifikan,” katanya.
Melalui strategi efisiensi dan fokus pada potensi medali, KONI Jawa Timur optimistis dapat meningkatkan daya saing cabang olahraga bela diri. PON Bela Diri II 2026 pun diproyeksikan menjadi pijakan penting dalam pembinaan jangka panjang, baik untuk PON reguler maupun event internasional di masa mendatang (dk/yud)

>
>
>
