Dampak Banjir pada Program Makan Bergizi Gratis di Jember
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang terjadi di Kota Jember pada Rabu, 28 Januari 2026, tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak signifikan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu titik yang terkena dampak adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Semeru, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari. Operasional SPPG tersebut harus dihentikan sementara setelah lokasi dapur sehat terendam banjir.
Penyebab Operasional Dihentikan
Berdasarkan laporan dari petugas SPPG, banjir yang terjadi pada Rabu sore menyebabkan genangan air yang cukup dalam hingga menggenangi area dapur sehat. Hal ini membuat bumbu masak dan dokumen penting terendam, sehingga kegiatan memasak tidak dapat dilanjutkan. Selain itu, lokasi SPPG yang berada tepat di atas selokan Jalan Semeru membuat bangunan mudah tergenang saat hujan lebat dan air meluap.
Petugas SPPG tampak sibuk mengevakuasi barang-barang dari dalam dapur sehat ketika beberapa wartawan datang untuk melakukan peliputan. Salah satu petugas bernama Giono mengatakan bahwa mereka sedang repot membersihkan dan mengatur ulang barang-barang yang terkena dampak banjir.
Tindakan yang Diambil
Camat Sumbersari, Deni Hadiyatullah, telah mendatangi lokasi SPPG saat banjir terjadi. Ia bersama warga lainnya melakukan pembersihan di sekitar lokasi. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan operasional SPPG akan kembali normal. Deni menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari pengelola SPPG sebelum bisa menentukan tindakan lebih lanjut.
Menurut Deni, lokasi bangunan yang berada di atas selokan diduga menjadi salah satu faktor utama penyebab banjir di sekitar SPPG. Meski demikian, ia tidak berani menyimpulkan secara pasti karena masih menunggu data lengkap dari pihak terkait.
Upaya Pemulihan
Danramil Sumbersari, Kapten Inf Bambang Hari Mardiyanto, telah meminta kepala dapur untuk menghentikan sementara operasional SPPG demi menjaga kualitas makanan. Ia menekankan pentingnya kebersihan dan sterilisasi peralatan masak serta ompreng yang sempat terendam banjir.
Bambang juga meminta pengelola SPPG segera memberikan informasi penghentian layanan ini kepada seluruh sekolah penerima manfaat. Ia memprediksi bahwa SPPG kemungkinan akan kembali beroperasi pekan depan setelah proses pembersihan selesai.
Dampak pada Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh SPPG Jember merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan akses makanan bergizi bagi anak-anak di wilayah tersebut. Penghentian sementara operasional SPPG berdampak langsung pada ratusan siswa yang sebelumnya menerima makanan dari program tersebut.
Selain itu, banjir juga menyebabkan gangguan pada transportasi dan distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang menjadi penerima manfaat. Sejumlah sekolah di wilayah Jember juga mengalami kendala dalam menerima pasokan makanan dari SPPG.
Reaksi Masyarakat dan Pihak Terkait
Masyarakat sekitar mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari banjir terhadap program MBG. Beberapa orang tua murid mengeluhkan kesulitan dalam memastikan kebutuhan nutrisi anak-anak mereka tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Pihak dinas kesehatan dan pemerintah setempat telah berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah ini. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan SPPG akan kembali beroperasi sepenuhnya.
Dengan adanya banjir yang mengancam operasional SPPG, masyarakat dan pihak berwenang di Jember kini lebih sadar akan pentingnya mitigasi bencana dan penataan ruang yang lebih baik untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.

>

Saat ini belum ada komentar