Ancaman Virus Nipah, Thailand Perketat Protokol Kesehatan di Bandara
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Thailand kembali memperkuat langkah-langkah pencegahan penyebaran penyakit setelah menemukan kasus virus Nipah di wilayah Benggala Barat, India. Meskipun hingga saat ini belum ada laporan adanya infeksi virus tersebut di Thailand, tindakan pencegahan diperlukan karena tingkat kematian yang sangat tinggi dan tidak adanya vaksin atau obat spesifik untuk mengatasinya.
Penyebab Peningkatan Langkah Pencegahan
Virus Nipah adalah penyakit yang berasal dari hewan, terutama kelelawar buah, dan dapat menular ke manusia melalui cairan tubuh. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan dan bisa menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang berbahaya. Tidak seperti virus corona yang menyebar melalui udara, virus Nipah tidak menular secara mudah melalui udara, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan.
Namun, karena risiko kematian yang tinggi dan ketiadaan pengobatan, pemerintah memutuskan untuk mengaktifkan kembali protokol kesehatan yang sebelumnya digunakan selama pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah potensi wabah di dalam negeri.
Skrining di Bandara untuk Mencegah Masuknya Virus
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, pos pemeriksaan kesehatan telah diaktifkan di beberapa bandara utama, termasuk Bandara Internasional Suvarnabhumi dan Bandara Internasional Don Mueang. Para penumpang yang datang dari Benggala Barat, India, akan menjalani skrining kesehatan. Proses ini dilakukan dengan kerja sama yang baik antara otoritas imigrasi, pihak bandara, serta lembaga kesehatan.
Selain itu, Bandara Internasional Phuket juga melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan. Fasilitas umum di bandara ditingkatkan frekuensi pembersihan dan disinfeksi untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan aman bagi para pengunjung.
Persiapan Rumah Sakit Jika Terjadi Wabah
Departemen Kesehatan Thailand telah memerintahkan rumah sakit dan institusi medis untuk mempersiapkan staf spesialis, bangsal isolasi, serta persediaan obat dan alat kesehatan lainnya. Tujuannya adalah agar semua fasilitas kesehatan siap menghadapi kemungkinan wabah virus Nipah jika terjadi.
Direktur Jenderal Ilmu Kedokteran, Dr. Nattapong Wongwiwat, menyatakan bahwa panduan operasional telah disusun untuk personel medis di seluruh negeri. Instruksi ini bertujuan untuk memaksimalkan keselamatan publik dan memastikan respons cepat jika ditemukan kasus positif.
Nasihat kepada Masyarakat
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak merasa panik. Ia menekankan bahwa masyarakat dapat menjalani kehidupan normal seperti biasa asalkan mematuhi protokol kebersihan dasar, seperti mencuci tangan secara rutin, menggunakan sendok saji, serta menghindari kontak fisik yang tidak perlu.
Tindakan Preventif yang Efektif
Meski belum ada kasus virus Nipah di Thailand, pemerintah memilih untuk lebih waspada dan mengambil tindakan preventif. Dengan mengaktifkan kembali protokol kesehatan era Covid-19, pemerintah berharap dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit yang berpotensi mematikan.

>

Saat ini belum ada komentar