Inflasi Jawa Timur November 2025 Terkait Kenaikan Harga Tomat dan Emas Perhiasan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sel, 2 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Inflasi di Jawa Timur pada bulan November 2025 mencatatkan angka sebesar 0,17% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini menunjukkan kenaikan harga yang terjadi di berbagai komoditas penting, terutama tomat dan emas perhiasan. Kota Surabaya menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi, yaitu sebesar 0,21%, sementara Banyuwangi mengalami inflasi terendah sebesar 0,07%.
Penyebab Kenaikan Harga Tomat
Salah satu komoditas utama yang menyumbang inflasi adalah tomat. Pada November 2025, harga tomat melonjak hingga 40,57%. Hal ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Timur. Curah hujan yang melebihi rata-rata mengganggu proses produksi dan distribusi sayuran, termasuk tomat. Kondisi ini juga memengaruhi kualitas hasil panen dan kerusakan komoditas selama pengiriman.
Kenaikan harga tomat tidak hanya memengaruhi konsumen, tetapi juga berdampak pada sektor pangan dan bisnis yang bergantung pada bahan baku tersebut. Selain itu, kenaikan harga tomat memberikan andil sebesar 0,05% terhadap inflasi keseluruhan Jawa Timur.
Dampak Kenaikan Harga Emas Perhiasan
Selain tomat, emas perhiasan juga menjadi salah satu faktor penyebab inflasi. Harga emas perhiasan mengalami kenaikan sebesar 2,01% pada November 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh tren kenaikan harga emas global. Meskipun kenaikannya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, tetap saja memicu kenaikan harga emas perhiasan di pasar lokal.
Emas perhiasan memiliki andil sebesar 0,04% terhadap inflasi Jawa Timur. Kenaikan harga ini berdampak pada masyarakat yang membeli perhiasan sebagai investasi atau kebutuhan harian.
Komoditas Lain yang Mempengaruhi Inflasi
Selain tomat dan emas perhiasan, beberapa komoditas lain juga turut berkontribusi terhadap inflasi Jawa Timur. Di antaranya:
- Bawang merah: Mengalami inflasi sebesar 9,88%.
- Angkutan udara: Naik sebesar 2,41%.
- Cabai merah: Mengalami inflasi 10,23%.
- Sawi hijau: Kenaikan sebesar 27,5%.
- Wortel: Naik 18,58%.
- Kacang panjang: Kenaikan sebesar 15,25%.
- Ikan mujair: Mengalami inflasi 7,83%.
Kenaikan harga komoditas-komoditas ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan produksi akibat cuaca ekstrem, peningkatan permintaan, serta perubahan harga global.
Kondisi Cuaca dan Produksi Pertanian
Cuaca ekstrem yang terjadi di Jawa Timur pada November 2025 menyebabkan gangguan pada produksi pertanian. Curah hujan tinggi mengganggu siklus tanam dan panen, sehingga mengurangi pasokan bahan pangan. Selain itu, kondisi ini juga memengaruhi kualitas hasil panen dan meningkatkan risiko gagal panen.
Pembudidaya ikan mujair juga mengalami gangguan karena sedang dalam siklus pengembangbiakan. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah produksi ikan, yang berdampak pada harga pasar.
Indeks Inflasi Jawa Timur
Secara keseluruhan, inflasi Jawa Timur pada November 2025 tercatat sebesar 0,17% (mtm). Sementara itu, inflasi tahun kalender November 2025 terhadap Desember 2024 (year-to-date/ytd) mencapai 2,16%. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun (year-on-year/yoy) November 2025 terhadap November 2024 tercatat sebesar 2,63%.
Tantangan dan Langkah yang Diperlukan
Inflasi yang terjadi di Jawa Timur menunjukkan bahwa masalah kenaikan harga tidak hanya terbatas pada satu komoditas, tetapi melibatkan berbagai sektor. Pemerintah dan lembaga terkait perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok.
Selain itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mengurangi dampak inflasi terhadap kehidupan sehari-hari. Edukasi tentang manajemen keuangan dan penggunaan sumber daya secara efisien juga penting untuk menghadapi situasi seperti ini. ***





Saat ini belum ada komentar