Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Hasan Nasbi Sebut Makan Gorengan Picu Hutan Gundul, Membongkar Mitos: Apakah Benar-Benar Penyebab Hutan Gundul?

Hasan Nasbi Sebut Makan Gorengan Picu Hutan Gundul, Membongkar Mitos: Apakah Benar-Benar Penyebab Hutan Gundul?

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah pernyataan yang viral di media sosial mengklaim bahwa kebiasaan masyarakat mengonsumsi gorengan dan kopi bisa memicu deforestasi. Pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra, terutama setelah disampaikan oleh mantan pejabat pemerintah. Namun, seorang ahli matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan analisis mendalam untuk membuktikan apakah klaim tersebut benar atau tidak.

Analisis Matematika Mengungkap Fakta Tersembunyi

Alfin Hijriah, seorang konten kreator edukasi dan alumni Magister Matematika ITB, mengajak publik untuk melakukan perhitungan sederhana berdasarkan data yang tersedia. Ia memulai dengan menghitung total konsumsi minyak goreng di Indonesia. Dengan rata-rata konsumsi 9,5 kilogram per tahun per orang dan populasi sekitar 278 juta, maka total konsumsi minyak goreng nasional mencapai sekitar 2,6 juta ton per tahun.

Selanjutnya, ia membandingkan angka ini dengan produksi minyak kelapa sawit. Luas lahan sawit di Indonesia mencapai 16 juta hektare dengan produksi CPO sekitar 50 juta ton. Produktivitas rata-rata lahan sawit adalah sekitar 3,14 ton per hektare.

Dari perhitungan ini, Alfin menyimpulkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng rakyat, diperlukan sekitar 847.000 hektare lahan sawit. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan luas lahan sawit yang ada saat ini, yaitu 16 juta hektare.

Ketersediaan Lahan Sawit Jauh Lebih Besar dari Kebutuhan

Dari data yang dianalisis, Alfin menunjukkan bahwa kebutuhan lahan sawit untuk kebutuhan gorengan rakyat hanya sekitar 847.000 hektare. Sementara itu, total kebutuhan dalam negeri termasuk biodiesel dan oleokimia mencapai 22,2 juta ton, yang setara dengan 7 juta hektare lahan. Namun, luas lahan sawit yang ada saat ini mencapai 16 juta hektare, sehingga terdapat kelebihan sebesar 9 juta hektare.

Ini menunjukkan bahwa kebutuhan lahan sawit untuk kebutuhan masyarakat kecil jauh lebih kecil dibandingkan yang ada saat ini. Oleh karena itu, pernyataan yang menyebutkan bahwa kebiasaan makan gorengan menjadi penyebab hutan gundul tidak sepenuhnya benar.

Masalah Bukan di Konsumsi Rakyat, Tapi di Kebijakan

Alfin menyoroti bahwa kerusakan hutan atau deforestasi lebih disebabkan oleh kebijakan tata kelola yang tidak merata. Beberapa provinsi seperti Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung memiliki luas hutannya di bawah ambang batas undang-undang (30%). Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan hutan belum optimal.

“Jadi sebenarnya menyalahkan orang yang makan makanan goreng tidak sepenuhnya benar, karena akar masalahnya berasal dari kebijakan yang kurang tepat,” ujarnya.

Perlu Evaluasi Kebijakan dan Edukasi yang Tepat

Dari analisis matematika yang dilakukan, Alfin menegaskan bahwa kebiasaan makan gorengan bukanlah penyebab utama deforestasi. Sebaliknya, masalah terletak pada kebijakan pengelolaan lahan dan pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga lingkungan tanpa menyalahkan pola konsumsi rakyat kecil. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapan Pendaftaran PIP 2026, Bantuan Pendidikan THR Aparatur Negara 2026

    Penetapan UMP Jawa Timur 2026: Kenaikan Upah Minimum yang Menjadi Perhatian Utama, Beserta UMK di 38 Wilayah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 187
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur untuk tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp2.446.880,68. Angka ini meningkat dari UMP 2025 yang sebesar Rp2.305.985. Penetapan ini dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.1/934/013/2025, yang berlaku efektif pada 1 Januari 2026. Perubahan Penting dalam Ketentuan UMP Dalam keputusan tersebut, terdapat beberapa […]

  • 10 Artis Chungmuro yang Main di Lebih dari Satu Drakor 2025, Produktif

    10 Artis Chungmuro yang Main di Lebih dari Satu Drakor 2025, Produktif

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di Korea Selatan, chungmuro merupakan gelar tertinggi yang dimiliki oleh aktor dan aktris. Gelar tersebut hanya diberikan pada para artis dengan kemampuan akting apik yang proyek aktingnya mampu meraih popularitas tinggi. Hal itu membuat kehadiran mereka menjadi tolak ukur sebuah proyek akting layak untuk ditonton. Umumnya, artis chungmuro lebih sering membintangi film Korea. Namun, […]

  • Video Viral, Botol Parfum, Winda Can

    Video Viral dan Dampaknya pada Kehidupan Publik, Botol Parfum: Diduga Winda Can di Kamar Mandi

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 722
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah video pendek yang menampilkan adegan di ruang tertutup dengan botol parfum telah menjadi sorotan utama di media sosial. Fenomena ini memicu perbincangan luas dan mengangkat isu tentang privasi, kepercayaan publik, serta bagaimana konten digital dapat memengaruhi reputasi seseorang. Konten Digital yang Membuat Nama Seseorang Viral Video tersebut beredar di berbagai platform seperti TikTok […]

  • Jelang penetapan UMP Jatim dan UMK Surabaya 2026, perhitungan KHL akan jadi acuan, segini besarannya

    Jelang penetapan UMP Jatim dan UMK Surabaya 2026, perhitungan KHL akan jadi acuan, segini besarannya

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 218
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai memberlakukan pendekatan terbaru dalam menghitung Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebagai dasar penentuan upah minimum di Indonesia. Sehingga, data KHL nantinya juga akan jadi acuan penentuan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Surabaya 2026. Skema baru ini disusun dengan mengadopsi standar internasional yang dirumuskan […]

  • Wakil Ketua DPR RI

    Wakil Ketua DPR RI Ingatkan Ancaman Disrupsi AI, Dorong Literasi Digital Warga Surabaya

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi pisau bermata dua bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Di satu sisi, teknologi ini mempermudah aktivitas manusia, namun di sisi lain berpotensi disalahgunakan untuk memanipulasi informasi hingga mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Prof. H. Adies Kadir, saat menggelar kegiatan reses […]

  • Algeria Gagal Melangkah Lebih Jauh di Piala Dunia Arab 2025

    Algeria Gagal Melangkah Lebih Jauh di Piala Dunia Arab 2025

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 164
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.CAOM – Algeria harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia Arab 2025 setelah kalah dalam babak perempat final melawan Uni Emirat Arab (UEA) melalui adu tendangan penalti. Pertandingan berakhir dengan skor 7-6 setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal. Kekalahan yang Mengecewakan Tim Fennecs, julukan timnas Algeria, gagal memanfaatkan kesempatan emas yang mereka miliki. Meskipun tampil […]

expand_less