Bupati Sidoarjo Berikan Penguatan Ketahanan Pangan dengan Bantuan Teknologi dan Kredit Usaha Rakyat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 12 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai inisiatif yang melibatkan kelompok tani, lembaga keuangan, dan instansi terkait. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pemberian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) serta penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) khusus tebu. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan produktivitas petani dan mendorong kesejahteraan mereka secara berkelanjutan.
Bantuan Alsintan untuk Meningkatkan Efisiensi Kerja Petani
Dalam acara penguatan ketahanan pangan yang digelar di gedung pertemuan PG Candi Baru, Bupati Sidoarjo Subandi menyerahkan bantuan alsintan kepada kelompok tani. Alat-alat tersebut mencakup traktor roda empat, rotary, transplanter, dan hand sprayer. Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan bahwa petani memiliki akses ke teknologi modern yang dapat meningkatkan efisiensi kerja dan produksi.
Subandi menjelaskan bahwa dengan dukungan teknologi pertanian, para petani akan lebih mudah mengelola lahan mereka, sehingga produksi tebu bisa meningkat. Ia juga menekankan pentingnya merawat alsintan yang diberikan, agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh petani.
Penyaluran KUR Tebu dengan Bunga Rendah
Selain bantuan alsintan, Pemkab Sidoarjo juga bekerja sama dengan Bank Jatim untuk menyalurkan KUR khusus tebu. Program ini menawarkan bunga rendah sebesar 6% dengan jangka waktu satu tahun, sesuai dengan siklus panen tebu. Subandi menyambut baik kolaborasi ini karena dinilai memberikan akses yang lebih mudah bagi petani dalam mendapatkan modal usaha.
Ia menegaskan bahwa KUR harus dikelola dengan tanggung jawab. “Jika sudah panen, kewajibannya harus dikembalikan. Jangan sampai lupa,” ujarnya. Tujuan dari program ini adalah untuk mengurangi ketergantungan petani pada praktik pinjaman rentenir yang sering kali memberatkan.
Program Asuransi untuk Melindungi Petani
Selain itu, Subandi juga menyampaikan bahwa lebih dari 12.000 petani dan nelayan di Sidoarjo telah didaftarkan dalam program asuransi pemerintah daerah. Dengan adanya asuransi ini, petani akan mendapat perlindungan jika mengalami gangguan seperti banjir atau kesulitan dalam pekerjaan. Dana yang hilang akan tetap diganti agar petani tidak mengalami kerugian dan bisa kembali berproduksi.
Pentingnya Kerja Sama Antara Pemkab dan Bank Jatim
Subandi menekankan bahwa kerja sama antara Pemkab Sidoarjo dan Bank Jatim bertujuan untuk memberikan dukungan finansial yang lebih baik kepada petani. Dengan akses modal yang lebih mudah, petani dapat meningkatkan produksi dan pendapatan mereka. Ia berharap, program ini dapat menjadi contoh sukses dalam meningkatkan kesejahteraan petani tebu di wilayah Sidoarjo.
Pesan Penting dari Bupati Sidoarjo
Di akhir sambutannya, Subandi memberikan dua pesan penting kepada para petani. Pertama, alsintan hibah dari pemerintah pusat harus dirawat dengan baik. Kedua, dana KUR yang diterima harus dikelola dengan bertanggung jawab agar menjadi modal usaha yang efektif.
Ia berharap seluruh program yang dijalankan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Sidoarjo. “Mudah-mudahan kegiatan hari ini benar-benar membawa manfaat bagi para petani. Kalau ini berjalan baik, maka visi dan misi presiden untuk mengangkat derajat petani dapat terwujud,” tutupnya.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Dr Eni Rustianingsih, Kepala BNN Kabupaten Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto, serta perwakilan Bank Jatim dan PG Candi Baru. ***

>

Saat ini belum ada komentar