Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » POLITIK » Peran Soekarno dalam Diplomasi Indonesia

Peran Soekarno dalam Diplomasi Indonesia

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Paling tidak terdapat beberapa hal yang dapat kita gunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai peran Soekarno dalam politik luar negeri Indonesia. Salah satu yang paling terkenal ialah prinsip politik bebas aktif.

Secara umum, pandangan politik Bung Karno dapat kita lihat melalui beberapa kebijakan berikut:

1. Prinsip Bebas Aktif

Soekarno mementingkan kebijakan netral, menolak mendukung Blok Barat maupun Blok Timur. Tujuannya adalah membangun hubungan dengan berbagai negara berdasarkan prinsip bebas aktif.

2. Konferensi Asia-Afrika (KAA)

Salah satu langkah besar yang dilakukannya adalah menginisiasi Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955. Pertemuan ini menjadi dasar kerja sama antara negara-negara Asia dan Afrika serta awal mula Gerakan Non-Blok.

3. Gerakan Non-Blok (GNB)

Indonesia pada masa Soekarno merupakan salah satu pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) pada tahun 1961, yaitu suatu gerakan yang mengumpulkan negara-negara yang tidak memihak pada blok kekuatan utama dunia.

4. Pembebasan Irian Barat

Kebijakan luar negeri juga mengarah pada prioritas nasional, termasuk upaya diplomatik dan persaingan untuk memulihkan Irian Barat dari tangan Belanda.

5. “Membangun Dunia yang Baru”

Soekarno memberikan pidato penting dengan tema “Membangun Tatanan Dunia Baru” dalam Sidang Umum PBB ke-XV, yang menunjukkan pandangannya mengenai dunia yang lebih adil dan harmonis.

6. Konfrontasi dengan Malaysia

Pada masa Demokrasi Terpimpin, kebijakan luar negeri Indonesia cenderung menyimpang dari prinsip bebas aktif murni, dengan menunjukkan ketegangan terhadap Malaysia dan memperkuat hubungan dengan Blok Timur (politik poros Jakarta-Peking).

7. Keluar dari PBB

Puncak dari kebijakan yang bersifat konfrontatif ini adalah keputusan Indonesia untuk meninggalkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1965, sebagai bentuk protes terhadap masuknya Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Puncak dari prestasi politik luar negeri Bung Karno adalah Konferensi Asia Afrika

Dapat dikatakan bahwa puncak prestasi politik luar negeri Bung Karno terlihat dari Konferensi Asia Afrika 1955 yang berlangsung di Bandung.

Pertemuan Asia-Afrika pertama yang diadakan di Bandung pada tahun 1955 merupakan warisan penting Indonesia bagi perdamaian global. KAA menghasilkan Gerakan Non-Blok yang pada masa itu berupaya mengurangi ketegangan Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

KAA diselenggarakan di Bandung pada 18-24 April 1955. Konferensi Asia Afrika Bandung dihadiri oleh 29 pemimpin dari benua Asia dan Afrika. Mereka mewakili sebagian besar penduduk dunia.

Pihak yang mendukung dan menyelenggarakan KAA adalah:

– Indonesia

– India

– Birma (Myanmar)

– Pakistan

– Sri Lanka

Lima negara ini memiliki masalah yang berbeda-beda, antara lain:

– Ketidakmauan Barat untuk berdiskusi mengenai nasib bangsa Asia – Kekeraskepalaan Barat dalam tidak ingin berunding tentang nasib bangsa Asia – Penolakan Barat terhadap dialog mengenai masa depan bangsa Asia – Ketidaksediaan Barat untuk melakukan pembicaraan tentang nasib bangsa Asia – Kebiasaan Barat yang enggan berunding mengenai nasib bangsa Asia

– Ketegangan yang terjadi antara Tiongkok dan Amerika Serikat

– Keinginan untuk membentuk perdamaian dengan Tiongkok dan Barat

– Penentangan terhadap pemerintahan kolonial, khususnya pengaruh Prancis di Afrika Utara

– Perselisihan Indonesia dengan Belanda mengenai Irian Jaya – Perbedaan antara Indonesia dan Belanda terkait Irian Jaya – Konflik Indonesia melawan Belanda tentang Irian Jaya – Sengketa wilayah Indonesia dengan Belanda terkait Irian Jaya – Perdebatan Indonesia dan Belanda mengenai Irian Jaya

Peserta berasal dari berbagai negara di Afrika, Asia, hingga Timur Tengah. Di antaranya:

Afghanistan

– Kamboja

China

– Mesir

– Ethiopia

– Pantai Gading

Iran

– Irak

Jepang

Yordania

– Laos

Lebanon

– Liberia

– Libya

– Nepal

– Filipina

Arab Saudi

– Sudan

– Suriah

Thailand

– Turki

Vietnam Utara

– Vietnam Selatan

– Yaman

Di Konferensi Asia Afrika Bandung, mereka membahas isu-isu yang dihadapi negara-negara bekas jajahan Barat yang sedang berkembang. Mulai dari masalah perdamaian, peran negara-negara dunia ketiga atau negara berkembang dalam Perang Dingin, pertumbuhan ekonomi, serta proses dekolonisasi.

Banyak peserta yang hadir, khususnya dari Afrika, mewakili dan menyampaikan harapan negara-negara yang sedang dalam proses merdeka. Harapan negara-negara Asia-Afrika melahirkan Deklarasi Bandung.

Pandangan Dasasila Bandung mencakup prinsip-prinsip dari Piagam PBB serta Lima Prinsip Jawaharlal Nehru, yang merupakan Perdana Menteri India.

Berikut isi Dasasila Bandung:

1. Menghargai hak-hak dasar manusia serta tujuan dan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam PBB

2. Menghargai kedaulatan dan kesatuan wilayah setiap bangsa

3. Mengakui kesamaan antara semua suku bangsa dan kesamaan antara semua negara, besar maupun kecil

4. Tidak melakukan campur tangan atau pengaruh terhadap isu-isu internal negara lain

5. Menghargai hak setiap bangsa untuk bertahan hidup secara mandiri maupun bersama, sesuai dengan Piagam PBB

6. Tidak memanfaatkan aturan-aturan pertahanan kolektif untuk bertindak demi kepentingan khusus dari satu negara besar, dan tidak melakukan hal yang sama terhadap negara lainnya

7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman yang bersifat agresif serta penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara.

8. Menyelesaikan semua sengketa internasional secara damai, seperti negosiasi, kesepakatan, arbitrase, atau metode damai lainnya, sesuai dengan pilihan pihak-pihak yang terlibat, sesuai dengan Piagam PBB

9. Meningkatkan kepentingan bersama dan kolaborasi

10. Menghargai peraturan hukum dan tanggung jawab–kewajiban internasional

Dasar Bandung menjadi harapan bagi seluruh peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) Bandung, terutama karena sebagian besar peserta pernah mengalami penjajahan. KAA Bandung nantinya memberikan inspirasi kepada Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, dan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser dalam membentuk Gerakan Non-Blok.

Begitulah bagaimana Peran Soekarno dalam politik luar negeri Indonesia. Semoga bermanfaat.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dominasi Tim Surabaya Samator dalam Laga Proliga 2026

    Dominasi Tim Surabaya Samator dalam Laga Proliga 2026

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 60
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tim Surabaya Samator berhasil mencatatkan kemenangan meyakinkan dalam pertandingan melawan Jakarta Garuda Jaya pada seri keempat putaran pertama Proliga 2026. Kemenangan ini diraih dengan skor telak 3-0 (25-17, 25-19, 25-22) di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Kamis, 29 Januari 2026. Performa Mengesankan Sejak Awal Pertandingan Sejak wasit meniup peluit awal, Surabaya Samator langsung menunjukkan […]

  • Saat Ramadhan dan Idul Fitri, Salon dan Spa Muslimah Alfafa Dipadati Pengunjung

    Saat Ramadhan dan Idul Fitri, Salon dan Spa Muslimah Alfafa Dipadati Pengunjung

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 322
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Salon dan spa muslimah menjadi pilhan alternatif bagi para wanita di Surabaya, untuk merawat diri dan kecantikannya. Saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, salon dan spa muslimah ramai pengunjung. Jumlahnya meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan hari-hari biasanya.

  • Minimalisir Debu Pasca Banjir, Polri Lakukan Pembersihan dan Penyiraman Jalan Protokol Aceh Tamiang

    Minimalisir Debu Pasca Banjir, Polri Lakukan Pembersihan dan Penyiraman Jalan Protokol Aceh Tamiang

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Hampir sebulan pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, dampak yang ditinggalkan masih dirasakan masyarakat. Selain kerusakan dan lumpur sisa banjir, debu dari lumpur kering yang menumpuk di sejumlah ruas jalan protokol kini menjadi keluhan warga karena mengganggu aktivitas dan kesehatan. Menyikapi kondisi tersebut, Polri melaksanakan pembersihan serta penyiraman jalan protokol di Kabupaten Aceh […]

  • Real Madrid vs Manchester City

    Kritik Suporter Real Madrid terhadap Vinicius Junior Mengungkit Kenangan Buruk dengan Christian Ronaldo

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 167
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketegangan antara pemain dan suporter klub sering kali menjadi isu yang tidak bisa dihindari dalam dunia sepak bola. Di Real Madrid, situasi ini kembali muncul setelah Vinicius Junior mengalami cemoohan dari pendukungnya sendiri saat laga melawan Sevilla. Insiden ini menimbulkan perbandingan dengan pengalaman buruk yang pernah dialami oleh legenda klub, Cristiano Ronaldo. Peristiwa Cemoohan […]

  • Pemkot Surabaya ,THR ASN ,Idul Fitri 1447 H

    Wakil Ketua DPRD Surabaya Tekankan Pentingnya Pembayaran THR untuk Kesejahteraan Pekerja

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya, Arif Fathoni, menyoroti pentingnya pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan di tengah situasi ekonomi yang dinilai sedang menghadapi tantangan global. Ia menegaskan bahwa pemberian THR bukan hanya sekadar kewajiban hukum, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi dari pengusaha terhadap kontribusi para pekerja dalam membangun usaha. […]

  • Peran Arcandra Tahar dalam Persidangan Terkait Kasus Minyak Mentah Pertamina

    Peran Arcandra Tahar dalam Persidangan Terkait Kasus Minyak Mentah Pertamina

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Arcandra Tahar, mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM), menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Persero. Sidang ini berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dengan terdakwa adalah Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhamad Kerry Adrianto Riza. Pada sidang tersebut, Arcandra […]

expand_less