Empat Kesalahan Dime Dimov Terungkap, Bonek Minta Bek Persebaya Hengkang!
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Empat kesalahan besar Dime Dimov kembali terungkap, dengan Bonek yang kini secara terbuka meminta bek asal Balkan tersebut pergi pada akhir musim. Kemarahan para suporter memuncak setelah ia tampil buruk kembali saat Persebaya Surabaya bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-14 Super League 2025/2026 di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (28/11).
Pertandingan tersebut sebenarnya berlangsung sengit, namun perhatian Bonek justru tertuju pada kelemahan pertahanan Persebaya Surabaya saat momen krusial. Dimov dianggap kembali menjadi titik lemah sehingga Green Force gagal meraih kemenangan di menit akhir pertandingan.
Persebaya Surabaya sebenarnya sempat unggul setelah kekacauan di depan gawang Bhayangkara membuat bola liar diambil oleh Catur Pamungkas sebelum mengenai Putu Gede dan masuk ke gawang sendiri. Sayangnya, keunggulan tersebut hilang pada menit 90+8 ketika Dendy Sulistyawan menyundul bola ke tiang jauh setelah memenangkan pertandingan udara melawan Dimov. Kejadian ini menjadi pemicu kritik yang telah menumpuk sejak awal musim.
Bonek mengungkap “4 kesalahan Dimov” dalam empat pertandingan berbeda saat melawan Bali United, Persija Jakarta, Arema FC, dan Bhayangkara FC yang semuanya berujung pada gol akibat kesalahan individunya.
Bali United
Dalam pertandingan melawan Bali United, Dimov kalah dalam duel satu lawan satu melawan Boris Kopitovic. Kekalahan ini dianggap sangat berbahaya karena memberi ruang bagi pemain depan tersebut untuk mencetak gol yang seharusnya dapat dihindari dengan antisipasi yang lebih baik.
Persija Jakarta
Pada pertandingan melawan Persija, ia kembali mengalami kesulitan saat tidak mampu menghalangi Gustavo Almeida. Gustavo melewati pengawasannya dengan mudah dan menanduk bola tanpa hambatan, sehingga Persebaya Surabaya kebobolan dalam situasi yang tidak mengancam.
Arema FC
Saat menghadapi Arema FC, kesalahan yang dilakukannya mencapai titik tertinggi ketika ia mencetak gol bunuh diri. Bonek menganggap kesalahan ini tidak dapat diterima karena terjadi dalam situasi yang sama sekali tidak memberikan tekanan signifikan terhadap lini pertahanan.
Bhayangkara FC
Kesalahan terbaru terjadi di Lampung ketika ia kalah dalam duel udara melawan penyerang lokal Dendy Sulistyawan. Meskipun memiliki tinggi badan yang lebih unggul, posisinya dinilai kurang tepat sehingga Dendy mampu menyundul bola umpan bebas ke tiang jauh tanpa hambatan signifikan.
Akun resmi @onlinepersebaya mengungkapkan kritik tajam yang mencerminkan ketidakpuasan sebagian besar penggemar.
“Anda bisa bermain dengan baik selama 89 menit, tetapi satu kesalahan yang Anda lakukan dapat memengaruhi hasil pertandingan. Jadi mohon segera perbaiki penampilan Anda dan kurangi melakukan kesalahan saat bertahan,” tulis akun tersebut.
Mereka juga menguraikan empat kesalahan Dimov dalam semua pertandingan tersebut sebagai bentuk evaluasi yang terbuka.
Pada unggahan yang sama, admin menegaskan pendiriannya terhadap komentar negatif yang menganggap kritik tersebut terlalu tajam dengan menulis.
Hmm, mereka pemain profesional yang dibayar untuk bermain dengan baik demi membantu tim. Wajar jika dikritik jika tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. Yang terpenting adalah tidak melebihi batas.
Reaksi dari para pendukung Bonek juga tidak kalah keras dan semakin memperkuat gelombang penolakan terhadap pemain bek tersebut. Beberapa di antaranya menulis, “Putaran kedua Dimov perlu evaluasi menyeluruh,” sementara yang lain secara tegas mengajukan, “##DimovOut.”
Beberapa penggemar menganggap Dimov tampil menurun karena sebelumnya didukung oleh kemitraannya dengan bek asing lain.
“Musim lalu dia diselamatkan oleh Slavko yang tampil bagus, awal musim ini juga diselamatkan oleh Risto yang bermain baik, ketika dia tidak dijaga oleh bek asing lain, terlihat kualitasnya seperti apa. Biasa saja,” tulis seorang Bonek yang merasa kecewa.
Kritik lain muncul mengenai bentuk tubuh dan gerakannya di lapangan yang dinilai tidak pantas untuk kompetisi sekelas Super League.
“Speed juga buruk, lihat cara berjalan sudah aneh, tidak seperti pemain sepak bola, pantas diganti di babak kedua,” tulis penggemar Bonek lainnya.
Beberapa orang juga menyoroti kekalahan Dendy sebagai bukti ketidakmampuan dasar dalam bertahan.
“Kapten asing dengan postur tubuh yang lebih unggul dari Dendy tapi bisa kalah dalam duel, itu menunjukkan bahwa penempatan posisi Dimov buruk,” tulis salah satu komentar yang menyindir secara tajam.
Di tengah gelombang kritik yang muncul, Persebaya Surabaya berhasil meraih satu poin dan kini berada di posisi delapan dengan total 17 poin. Namun, performa yang tidak stabil dari lini pertahanan membuat para penggemar menilai perlu adanya perubahan besar jika Green Force ingin bersaing lebih baik pada putaran kedua.
Tekanan terhadap Dimov semakin meningkat akibat kesalahannya yang secara langsung menyebabkan kehilangan poin penting. Jika penampilannya tidak segera membaik, harapan Bonek agar manajemen melepas bek tersebut di akhir musim tampaknya akan menjadi kenyataan. ***





Saat ini belum ada komentar