Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Makna Di Balik Upacara Ngaben Dalam Budaya Bali

Makna Di Balik Upacara Ngaben Dalam Budaya Bali

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rab, 29 Jan 2025
  • comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Makna di balik upacara Ngaben dalam budaya BaliLebih dari sekadar prosesi pemakaman, Ngaben melambangkan perjalanan spiritual yang mendalam, sebuah perpisahan simbolik dengan jasad fana dan pelepasan jiwa menuju moksa, pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian (samsara). Memahami makna di balik upacara ini berarti memahami inti dari filsafat Hindu Bali yang mendalam.

Ngaben bukanlah sekadar pembakaran tubuh. Ia merupakan sebuah ritual kompleks yang sarat dengan simbolisme dan filosofi, melibatkan berbagai tahapan dan persiapan yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya upacara ini bagi masyarakat Bali, bukan hanya bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga bagi keseimbangan kosmos. Persiapan yang panjang tersebut meliputi berbagai ritual pembersihan, persembahan, dan doa-doa yang ditujukan untuk memohon restu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) agar prosesi berjalan lancar dan jiwa almarhum dapat mencapai moksa.

Salah satu simbol utama dalam Ngaben adalah bade, bangunan berbentuk seperti rumah kecil yang terbuat dari anyaman bambu dan dihiasi dengan kain berwarna-warni. Bade ini melambangkan tubuh manusia yang fana dan sementara. Di dalam bade inilah jenazah ditempatkan, dibalut dengan kain putih yang melambangkan kesucian, sebelum kemudian diarak keliling desa. Arak-arakan ini bukan sekadar prosesi pemakaman biasa, tetapi merupakan sebuah perayaan simbolik kehidupan almarhum dan perjalanan spiritualnya menuju alam baka. Keluarga dan kerabat turut serta dalam arak-arakan, mengenakan pakaian adat Bali yang indah, menunjukkan rasa hormat dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Proses pembakaran jenazah di dalam bade memiliki makna filosofis yang mendalam. Api, sebagai elemen suci dalam agama Hindu, dianggap mampu memurnikan jiwa dari segala kotoran dan ikatan duniawi. Asap yang mengepul ke langit melambangkan pelepasan jiwa dari belenggu jasmani menuju ke alam roh yang lebih tinggi. Abu jenazah yang tersisa kemudian ditaburkan di laut atau sungai suci, sebagai simbol pengembalian almarhum ke alam semesta.

Ngaben juga erat kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana, yaitu tiga unsur utama yang harus dijaga keseimbangannya untuk mencapai kehidupan yang harmonis, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan manusia dengan manusia (Pawongan), dan hubungan manusia dengan alam (Palemahan). Upacara Ngaben tidak hanya melibatkan keluarga dan kerabat, tetapi juga melibatkan seluruh masyarakat desa. Hal ini menunjukkan rasa kebersamaan dan solidaritas sosial yang tinggi, merefleksikan harmoni dalam hubungan manusia dengan manusia. Selain itu, pemilihan lokasi pembakaran dan penaburan abu juga menunjukkan hubungan manusia dengan alam.

Lebih jauh, Ngaben juga dimaknai sebagai bentuk pengorbanan dan pelepasan ikatan batin keluarga terhadap almarhum. Dengan melepas jasad, keluarga melepaskan kesedihan dan beban batin, dan merelakan almarhum untuk melanjutkan perjalanan spiritualnya. Upacara ini juga menjadi momen refleksi bagi keluarga yang masih hidup untuk lebih menghargai kehidupan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.

Dalam kesimpulannya, Ngaben bukan sekadar upacara pemakaman, melainkan sebuah ritual sakral yang sarat dengan makna filosofis dan spiritual. Ia merupakan perwujudan dari ajaran Hindu Bali tentang siklus kehidupan dan kematian, serta perjalanan jiwa menuju moksa. Memahami makna di balik upacara Ngaben memberikan kita pemahaman yang lebih dalam tentang kebudayaan Bali dan nilai-nilai luhur yang dianutnya. Upacara ini menjadi bukti nyata bagaimana masyarakat Bali mampu menggabungkan kepercayaan spiritual dengan kehidupan sosial, menciptakan harmoni dan keseimbangan dalam kehidupan mereka.

Makna di balik upacara Ngaben dalam budaya Bali

(red)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seskemenkop Soroti Pentingnya Ini di Kopdes Merah Putih

    Seskemenkop Soroti Pentingnya Ini di Kopdes Merah Putih

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Pentingnya Sistem Pendataan dalam Pengembangan Kopdes Merah Putih DIAGRAMKOTA.COM –Ā Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop) Ahmad Zabadi menekankan pentingnya membangun sistem pendataan yang terintegrasi dan efektif dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Hal ini sejalan dengan sistem Data Desa Presisi yang digunakan untuk memastikan program-program yang dijalankan berjalan efektif dan terhubung dengan berbagai stakeholder yang terkait. […]

  • Dandenmadam V/Brawijaya Pimpin Upacara 17an Perkuat Nasionalisme Dan Integritas Prajurit TNI AD

    Dandenmadam V/Brawijaya Pimpin Upacara 17an Perkuat Nasionalisme Dan Integritas Prajurit TNI AD

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Upacara bendera 17 November 2025 di Lapangan Ahmad Yani Makodam V/Brawijaya berlangsung dengan penuh khidmat dipimpin Dandenmadam V/Brawijaya Kolonel Inf Edwin Charles, S.I.P. Kegiatan ini menjadi momen penting memperkokoh nasionalisme serta disiplin prajurit dan ASN. Senin (17/11/2025) Upacara yang digelar Senin pagi tersebut diikuti seluruh anggota TNI, PNS, serta perwakilan Satpur, Banpur, dan […]

  • Undip Juara 1 Lomba Debat Hukum, Kadivkum Polri: Jadi Wadah Mahasiswa Sikapi Permasalahan Hukum

    Undip Juara 1 Lomba Debat Hukum, Kadivkum Polri: Jadi Wadah Mahasiswa Sikapi Permasalahan Hukum

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2024
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Diagram Kota Jakarta – Universitas Diponegoro (Undip) meraih Juara 1 Lomba Debat Hukum di tingkat Mabes Polri, Selasa (30/7/2024). Kepala Divisi Hukum Polri, Irjen Viktor Theodorus Sihombing berharap digelarnya lomba ini dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-78, bisa menjadi wadah mahasiswa dalam menyampaikan pendapat terutama terkait persoalan hukum di masyarakat. Final Lomba Debat Hukum yang diselenggarakan […]

  • KAI Daop 8 Surabaya Luncurkan Penjualan Tiket Nataru 2025/2026

    KAI Daop 8 Surabaya Luncurkan Penjualan Tiket Nataru 2025/2026

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menyambut liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 (Daop 8) Surabaya, secara resmi membuka penjualan tiket kereta api jarak jauh, untuk masa angkutan Nataru. Berdasarkan kebijakan penjualan H-45, tiket untuk penerbangan tanggal 18 Desember 2025 dapat dibeli mulai 3 November 2025, dan berlaku terus hingga […]

  • arema fc

    Arema FC Lepas Tito Hamzah ke Deltras Sidoarjo, Ini Alasannya

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 242
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Manajemen Arema FCSecara resmi melepaskan empat pemain ke klub Liga 2 Deltras Sidoarjo dengan status pinjaman. Mereka adalah Tito Hamzah, Achmad Figo, Bayu Aji, dan Shulton Fajar. Kepala Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi menyatakan keputusan tersebut diambil agar para pemain bisa mendapatkan waktu bermain yang konsisten. “Kami berharap mereka mendapatkan waktu bermain yang […]

  • 10 Potret Sohwa Halilintar saat Menghabiskan Waktu di Madinah, Nyaman!

    10 Potret Sohwa Halilintar saat Menghabiskan Waktu di Madinah, Nyaman!

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 11
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –Ā Keluarga Gen Halilintar tengah menjalani ibadah umrah ke tanah suci. Setelah menunaikan rukun umrah ke Makkah, mereka pun bertolak ke Madinah. Sohwa membagikan momen saat dirinya berada di Madinah. Tak hanya untuk beribadah, tapi Sohwa juga menikmati momen jalan-jalan di sekitar Masjid Nabawi. Sohwa pun menikmati setiap waktunya di Madinah. Sudah layaknya rumah sendiri […]

expand_less