Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Fenomena Kotak Kosong di Pilkada 2024: Mencerminkan Kesenjangan Politik

Fenomena Kotak Kosong di Pilkada 2024: Mencerminkan Kesenjangan Politik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Fenomena Kotak kosong fdalam Pilkada Serentak 2024 mencerminkan kesenjangan politik yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini sering kali muncul ketika calon tunggal menjadi satu-satunya pilihan di surat suara.

Sehingga, menjadi simbol protes dari masyarakat yang merasa tidak ada alternatif pilihan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, kotak kosong bahkan mampu mengalahkan calon tunggal.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan perubahan yang lebih substansial. Daripada hanya sekedar pemimpin yang didukung oleh partai politik dominan.

Pada Pilkada Serentak kali ini, beberapa daerah menghadapi situasi calon tunggal. Di mana hanya satu calon kepala daerah yang maju dengan dukungan mayoritas partai politik.

Fenomena kotak kosong ini bisa dianggap sebagai tanda menurunnya persaingan politik. Karena minimnya calon alternatif yang muncul.

Kotak Kosong Adalah Hak

Banyak pengamat menilai bahwa hal ini mengindikasikan permasalahan serius dalam rekrutmen politik. Selain itu, mencerminkan lemahnya dinamika demokrasi lokal. Dalam situasi seperti ini, kolom kosong menjadi representasi ketidakpuasan terhadap proses politik yang ada.

Meskipun kotak kosong sering kali dipandang sebagai pilihan yang kurang ideal, keberadaannya dapat menjadi indikator penting tentang suara rakyat. Ketika mendapat dukungan yang signifikan, itu menandakan adanya kelompok masyarakat yang menginginkan pemimpin yang lebih mewakili aspirasi mereka.

Dengan kata lain, keberhasilan kolom kosong bisa menjadi sinyal bagi partai politik dan calon pemimpin untuk lebih mendengarkan dan memahami kebutuhan serta harapan masyarakat.

Wallahu a’lam bishawab! (red)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Christopher Nkunku Bertekad Buktikan Kemampuan di AC Milan, Tolak Tawaran Klub Saudi

    Christopher Nkunku Bertekad Buktikan Kemampuan di AC Milan, Tolak Tawaran Klub Saudi

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 108
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penyerang asal Prancis, Christopher Nkunku, yang kini bermain untuk AC Milan, mengungkapkan tekadnya untuk membuktikan diri di klub Serie A. Meskipun ia tengah menghadapi tantangan dalam performa, Nkunku menolak tawaran dari klub-klub Arab Saudi yang menawarkan kondisi finansial lebih menarik. Sejak bergabung dengan Rossoneri pada musim panas lalu dengan biaya transfer sebesar 37-38 juta […]

  • Azhar Kahfi Pemkot Surabaya

    Pemkot Surabaya Boros? Azhar Kahfi: Proyek Mubazir Tak Bermanfaat, ASN Malah Kena Efisiensi

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 258
    • 0Komentar

    KAWALSURABAYA.COM – Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi mengkritik kebijakan efisiensi kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kahfi menegaskan bahwa pemangkasan anggaran tidak boleh hanya fokus pada pola kerja ASN, sementara program dan proyek yang tidak berdampak pada masyarakat tetap berjalan tanpa evaluasi. Menurut Azhar Kahfi, kritik yang mengaitkan […]

  • Bhayangkara FC vs Dewa United

    Strategi dan Kondisi Tim Sebelum Laga Bhayangkara FC vs Dewa United

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 57
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Laga antara Bhayangkara FC dan Dewa United akan menjadi pertandingan krusial dalam perjalanan Super League 2025-2026. Kedua tim memiliki kondisi yang berbeda, namun sama-sama membutuhkan hasil positif untuk menjaga posisi mereka di klasemen sementara. Bhayangkara FC menghadapi laga ini dengan keadaan yang kurang ideal. Mereka hanya mampu meraih satu poin dari empat pertandingan terakhir, […]

  • Komisi B DPRD Surabaya Beri Peringatan Tegas Terhadap Penjualan Es Krim Beralkohol

    Komisi B DPRD Surabaya Beri Peringatan Tegas Terhadap Penjualan Es Krim Beralkohol

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 180
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Temuan es krim beralkohol yang dijual secara bebas di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya memicu reaksi keras dari Komisi B DPRD Kota Surabaya. Dalam keterangannya, Ketua dan Anggota Komisi B menyatakan keprihatinan dan menegaskan pentingnya penindakan tegas serta pengawasan ketat terhadap peredaran produk pangan yang berpotensi membahayakan generasi muda. Ketua Komisi B […]

  • Safari Ramadhan Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Buka Bersama Anak Yatim

    Safari Ramadhan Polresta Malang Kota dan Kodim 0833 Buka Bersama Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 211
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangkaian Safari Ramadhan 1445 H, Polresta Malang Kota Polda Jatim terus menebar kebaikan dan mempererat silaturahmi dengan berbagai instansi serta elemen masyarakat. Kali ini, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono buka puasa bersama dengan anak yatim piatu dari Yayasan Panti Asuhan Al Ishlah Putra di Jl. LA Sucipto, Blimbing, Kota Malang, […]

  • BPJS Watch: Perbaiki DTKS, Libatkan Kelompok Rentan, Selamatkan JKN

    BPJS Watch: Perbaiki DTKS, Libatkan Kelompok Rentan, Selamatkan JKN

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak bisa berdiri sendiri. Ketua BPJS WATCH Jawa Timur, Arief Supriyono, menegaskan bahwa JKN hanya akan berjalan kuat jika seluruh unsur bangsa bergerak bersama—pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat. “Kalau semua komponen bekerja bersama-sama, hasilnya pasti maksimal. Pemerintah punya kewenangan dan data, masyarakat memberi kepercayaan. Ketika itu menyatu, […]

expand_less