Integrasi Arsip Budaya: Peneliti Nagoya dan UNESA Lacak Tempat Pemandian Bidadari

BUDAYA, PENDIDIKAN672 Dilihat

DIAGRAMKOTA.COM – Peneliti dari Nagoya University, Jepang, Dr. Nozawa Akiko, mengunjungi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Senin, 1 Juli 2024, untuk menjalin kerja sama penelitian tentang tempat-tempat pemandian bidadari di Jepang dan Indonesia.

Dosen dan sejarawan UNESA, Prof. Drs. Nasution, M.Hum., M.Ed., Ph.D., menyambut hangat kunjungan ini di Kampus 1 Ketintang, Surabaya.

Dr. Nozawa Akiko, yang merupakan research fellow dari Nagoya University, berkolaborasi dengan Prof. Nasution dalam proyek penelitian berjudul “Constructing Integrated Archive of Hindu-Javanese Cultural Heritage: Visualizing the Correlations in Representations of Celestial Nymph (bidadari) Tales”.

“Fokusnya yaitu integrasi digital arsip sejarah tentang tempat pemandian bidadari di Jepang dan Indonesia,” jelas Prof. Nasution pada Kamis, 4 Juli 2024. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan arsip digital yang menggabungkan warisan budaya berwujud dan tak berwujud dari era Hindu-Jawa terkait bidadari, termasuk melalui Google My Map terkait bidadari.

Baca Juga :  UNESA Raih Penghargaan Kampus Kebangsaan dari BNPT RI

Website yang dihasilkan akan memvisualisasikan hubungan budaya kisah bidadari di Asia dalam tiga bahasa: Jepang, Inggris, dan Indonesia. “Survei dan pemetaan situs bidadari di Jepang sudah dilakukan dan dibuat dalam versi Jepang. Sementara survei situs bidadari di Jawa Timur dilakukan oleh tim kami dari UNESA,” tambahnya.

Pakar dan dosen UNESA meneliti sekitar 15-20 tempat di Jawa Timur yang berkaitan dengan legenda bidadari, seperti air terjun dan telaga. “Legenda tujuh bidadari yang mandi pada zaman dulu oleh orang lokal itulah yang kami teliti. Nanti itu akan menjadi simpul-simpul kisah bidadari di Asia,” ucap Prof. Nasution.

Menurut Prof. Nasution, penelitian ini penting tidak hanya untuk pengembangan ilmu sejarah dan penelusuran legenda zaman dulu, tetapi juga untuk edukasi sejarah bagi masyarakat. Dokumentasi digital tentang pemandian bidadari di Indonesia diharapkan memudahkan generasi mendatang dalam mengakses informasi ini. (dk/nw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *