Museum Mpu Tantular Gelar Peragaan Warisan Budaya Kesenian Jaranan Dor

Berita, DAERAH, Sejarah787 Dilihat

Diagram kota Sidoarjo – Museum Mpu Tantular, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (5/3/2024) menggelar Peragaan Warisan Budaya Kesenian Jaranan Dor dari Kabupaten Jombang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum dan koleksi budaya, serta untuk melestarikan kesenian tradisional yang hampir punah.

Sekertaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Dian Okta Yoshinta, S.H., M.PSDM., mengatakan bahwa kegiatan Peragaan Warisan Budaya ini merupakan salah satu upaya museum untuk mengenalkan kesenian kepada masyarakat. “Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian tradisional yang hampir punah,” ujar Dian.

 

Dian berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya bangsa. “Warisan budaya adalah aset bangsa yang harus kita lestarikan bersama,” tuturnya.

Baca Juga :  Gus Muhdlor Ali Mengaku Siapkan Tim Pengacara dan Pertimbangkan Langkah Praperadilan
Sekertaris Dinas kebudayaan dan pariwisata provinsi Jawa Timur – Dian Okta Yoshinta (foto: Achmad adi nurcahya/diagram kota)

Kegiatan Peragaan Warisan Budaya Kesenian Jaranan Dor ini disambut dengan antusias oleh masyarakat. Para anak sekolah, warga, dan para seniman kuda lumping pun datang ke Museum Mpu Tantular untuk menyaksikan pertunjukan kesenian tradisional ini.

 

Kesenian Jaranan Dor merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Kabupaten Jombang. Kesenian ini menampilkan pertunjukan tari kuda lumping yang diiringi dengan musik gamelan dan tembang Jawa. Kesenian Jaranan Dor biasanya dipentaskan dalam berbagai acara adat dan budaya, seperti pernikahan, bersih desa, dan lainnya.

Film Horor “Sinden Gaib” Menghadirkan Pesan Pentingnya Menghormati Adat Istiadat dan Budaya 

Dian mengatakan bahwa kegiatan Peragaan Warisan Budaya ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan kesenian tradisional yang hampir punah. “Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai kesenian tradisional,” ujarnya.

Baca Juga :  Halal bi Halal Pemkot Surabaya , Cak Ji : Kembali Bekerja Layani Warga Sebaik-baiknya

Dian juga berharap agar generasi muda dapat terus mempelajari dan melestarikan kesenian tradisional. “Kesenian tradisional adalah aset bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan,” tuturnya.(dk/di)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *