Hanya di Jakarta? Penipuan Ongkos Pernikahan Terjadi Juga di Depok dan Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dunia media sosial kini dihebohkan oleh munculnya kasus penipuan yang melibatkan penyelenggara pernikahan atau WO.
Sebanyak 87 orang melaporkan ke Polres Metro Jakarta Utara terkait kasus penipuan yang melibatkan Ayu Puspita.
Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, sebagai Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, mengonfirmasi hal tersebut.
“Ada 87 orang yang melaporkan kepada kami, terjadi di berbagai lokasi,” katanya.
Ternyata, kejahatan penipuan dengan cara WO juga pernah terjadi di berbagai lokasi.
Pada tahun 2024, ratusan calon pengantin di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) menjadi korban penipuan dari jasa WO sehingga acara pernikahan mereka mengalami kekacauan.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya yang sebelumnya menjabat, Kombes Ade Ary Syam Indradi mengungkapkan, kerugiannya bahkan mencapai miliaran rupiah.
“Ada yang Rp100 (juta), sekitar belasan juta, ada yang Rp2 miliar,” ujar mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu.
Mengutip TribunnewsDepok.com, ia juga menyarankan calon pengantin agar lebih teliti dalam memilih jasa WO.
Ya jika ingin tahu di mana kantornya, orangnya,contact person-nya, agar jelas, agar terang. Jangan sampai setelah deal ditinggalkan, nanti pada hari H tidak semua hadir. Orang tidak bisa menikah nanti,” tambahnya.
Para korban yang mengalami kerugian hingga Rp2 miliar memiliki inisial NW.
“Secara keseluruhan, data yang telah kami kumpulkan dari teman-teman korban, sekitar 40 orang (korban pasangan calon pengantin). Totalnya sekitar lebih dari Rp 2 miliar,” ujar salah satu korban bernama Aziz saat diwawancara pada tahun 2024 lalu.
Pasangan di Surabaya Diperdaya Dua Hari Sebelum Pernikahan
Sayangnya nasib pasangan Ridho (26) dan Rerey (24), yang sedang bersiap menggelar pesta pernikahan di Surabaya, Jawa Timur.
Pasangan yang akan mengadakan pesta pernikahan diduga menjadi korban penipuan dari penyelenggara acara pernikahan dua hari sebelum acara berlangsung.
WO bertanggung jawab merencanakan, mengatur, dan menyelenggarakan acara pernikahan.
Tidak hanya itu, WO biasanya telah menyediakan paket pernikahan lengkap yang mencakup vendor seperti fotografer, dekorator, catering, MUA, dan lainnya.
Kami juga bertanggung jawab dalam merencanakan acara hingga menyelesaikan masalah yang muncul selama pelaksanaan acara.
Namun, berbeda dengan WO milik perempuan berinisial A yang disewa oleh Ridho dan Rerey, yang justru membatalkan secara sepihak, dua hari sebelum acara.
Rerey menceritakan, A adalah seorang Make Up Artist (MUA) yang mampu menyediakan vendor untuk acara pernikahan.
Biasanya orang dua hari sebelum pernikahan sudah siap semua, tapi kami justru terlihat tidak ada persiapan,
Undangan telah dibagikan, sudah dekat tanggal tiba-tiba mendapat kabar bahwa MUA dan dekor tidak bisa hadir,
“Di tengah kekacauan, akhirnya menangis dan mencari kembali penyewa dekorasi serta semuanya dibawa ke tempat lain,” kata Rerey, Minggu (3/8/2025).
Ridho dan Rerey sebelumnya telah menikah pada bulan Juni 2025.
Namun, acara yang seharusnya diadakan di tempat Rerey tidak berlangsung sesuai rencana awal.
A, selanjutnya Rerey melakukan pembatalan secara sepihak, meskipun telah dilakukan pelunasan.
“Sampai saat ini uang sebesar Rp10,3 juta belum juga kembali. Selalu dihindari,” katanya, dilansir dari Surya.co.id.
Orang yang merasa tertipu juga melaporkan A ke Polrestabes Surabaya.
Ia mengatakan, bukan hanya dirinya yang diduga ditipu oleh A.
Terdapat 45 pasangan lain yang diduga juga menjadi korban penipuan A dengan kerugian total sebesar Rp10 juta per pasangan atau bahkan lebih.
“Uang yang telah diambil dari para korban mencapai sekitar Rp500 juta,” katanya.
Ayu Puspita Diperiksa Polisi
Kemudian, baru-baru ini, sebanyak 87 orang melaporkan wanita bernama Ayu Puspita terkait kasus penipuan WO.
Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara telah memanggil lima orang terkait dengan kasus tersebut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari para korban.
Lima orang yang terkait dengan pemilik WO bernama Ayu Puspita serta karyawan-karyawannya juga diperiksa.
“Sejak semalam lima orang dari pihak WO telah kami periksa,” katanya, dilaporkan dari WartakotaLive
Salah satu korban Ayu Puspita adalah seorang pasangan pengantin yang mengadakan pesta pernikahan pada hari Sabtu (6/12/2025) kemarin.
Saat acara pesta berlangsung, ternyata pihak catering tidak datang.
Hal ini memaksa keluarga dan tamu untuk memesan makanan sementara melalui GoFood.
Sementara keluarga mempelai menghubungi pihak catering, tidak ada jawaban yang pasti.
Pada saat darurat, keluarga memesan makanan menggunakan aplikasi GoFood.
Makanan disajikan secara acak, mulai dari kebab hingga pizza, meskipun tidak cukup untuk semua tamu. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar