Viral! Kepala Desa Mengungkap Detail Penggerebekan Oknum Camat dan Guru PPPK di Rumah Kosan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

(Foto: Sehatfresh)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Penggerebekan yang melibatkan oknum camat dan guru PPPK di sebuah rumah kosan di Kabupaten Seluma menimbulkan banyak pertanyaan. Kejadian ini terjadi di Desa Riak Siabun, Kecamatan Sukaraja, pada Senin sore (8/12). Dugaan adanya hubungan tidak wajar antara dua oknum ASN tersebut membuat suami dari salah satu pihak mengambil tindakan tegas.
Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini berawal dari pengintaian oleh suami YR bersama warga setempat. Mereka mencurigai keberadaan HA, seorang camat, di rumah kontrakan yang disewa oleh YR. Setelah memastikan kebenaran, mereka langsung melakukan penggerebekan.
Kepala Desa Riak Siabun, Rizki Agung Putra, menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung secara spontan. Ia menyatakan bahwa suami YR dan warga setempat bertindak karena curiga akan adanya perselingkuhan. Meskipun begitu, YR memberikan keterangan bahwa kedatangannya bersama HA hanya untuk urusan pekerjaan.
“Kalau pengakuan perempuan (YR) ada urusan pekerjaan, tetapi di balik itu kita tidak tahu niat yang sebenarnya apakah adanya perselingkuhan atau memang benar-benar ada kerjaan,” ujar Rizki Agung Putra.
Tindakan yang Dilakukan oleh Warga dan Proses Penyelesaian
Setelah penggerebekan, oknum camat mendapatkan pukulan di bagian muka dan sempat mengeluarkan darah. Aksi tersebut dilakukan oleh suami YR dan warga setempat. Meskipun tindakan tersebut terkesan keras, penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan di balai desa Riak Siabun.
“Semua sudah selesai di damaikan di balai desa, disaksikan pihak Polsek Sukaraja dan berdamai secara kekeluargaan,” tambah Rizki Agung Putra.
Proses mediasi ini menjadi langkah penting dalam menghindari konflik yang lebih besar. Namun, meskipun kejadian telah selesai, hal ini tetap menimbulkan dampak terhadap citra ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Dampak terhadap Citra ASN dan Norma Kesusilaan
Meski kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, kejadian ini tetap menjadi sorotan. Dalam dunia kerja, norma kesusilaan dan etika sangat penting, terlebih bagi para pegawai negeri. Jika terbukti melanggar aturan disiplin dan kode etik, sanksi berat bisa saja diberikan.
“Oknum camat ini telah melanggar aturan disiplin dan kode etik ASN serta norma kesusilaan dan rumah tangga yang dapat dikenakan saksi berat apabila memang terbukti melanggar,” jelas Rizki Agung Putra.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pegawai negeri bahwa tindakan yang tidak sesuai dengan norma dapat merusak citra instansi dan merugikan reputasi pribadi.
Peran Media dalam Menyampaikan Informasi
Media berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Berita seperti ini harus disajikan secara objektif dan transparan agar masyarakat dapat memahami situasi secara utuh. Dalam konteks ini, media seperti eWarta.co menjadi saluran penting untuk menyebarkan informasi yang akurat dan bermanfaat. ***

>

Saat ini belum ada komentar