Ribuan Warga Terdampak, Bandung Umumkan Darurat Banjir dan Longsor hingga 19 Desember 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 8 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, secara resmi menetapkan status darurat bencana setelah banjir dan tanah longsor menghancurkan belasan kecamatan sejak hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (4/12/2025). Status darurat berlaku dari tanggal 6 hingga 19 Desember 2025, untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Wahyudin, menyatakan keputusan tersebut diambil mengingat kerusakan yang luas dan tingginya kebutuhan penanganan segera di berbagai lokasi.
“Bupati menetapkan status darurat bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Bandung dari tanggal 6 Desember hingga 19 Desember 2025,” katanya di Bandung, Senin (8/12/2025).
Pengumuman tersebut diatur dalam Keputusan Bupati Bandung Nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025. Dengan status darurat, Pemkab Bandung mampu mengambil sumber daya tambahan untuk evakuasi penduduk, penyaluran bantuan, serta percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak.
BPBD melaporkan bahwa hujan deras yang terjadi sejak sore hari Kamis menyebabkan tanah longsor di tujuh wilayah kecamatan, yaitu Soreang, Cangkuang, Cimaung, Pasirjambu, Kertasari, Ciwidey, dan Arjasari. Di sisi lain, banjir menggenangi delapan kecamatan lainnya, antara lain Soreang, Bojongsoang, Banjaran, Dayeuhkolot, Margaasih, Katapang, Pameungpeuk, dan Baleendah.
Potensi cuaca ekstrem diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir pekan. BMKG Bandung memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat tinggi masih bisa mengguyur kawasan Bandung Raya, sehingga pemerintah setempat meningkatkan waspada terhadap kemungkinan bencana lanjutan.
Banjir terparah terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum yang menyebabkan wilayah padat penduduk di Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah terendam. Di Kecamatan Dayeuhkolot, BPBD mencatat sebanyak 9.246 keluarga atau 25.918 jiwa terkena dampak banjir, dengan ketinggian air di beberapa lokasi mencapai 50–90 sentimeter dan mengganggu akses jalan utama.
Kondisi semakin memburuk di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, dengan air yang mencapai ketinggian 1,5 meter. Sebanyak 99 keluarga atau 307 orang harus meninggalkan tempat tinggal mereka untuk menghindari ancaman keselamatan.
Di Baleendah, banjir menimpa 1.873 keluarga atau sebanyak 5.579 jiwa, sementara 63 keluarga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka. Di Kecamatan Bojongsoang, sekitar 3.000 penduduk dari tiga desa juga mengalami dampak langsung dari meluapnya Sungai Citarum.
Dengan status darurat yang telah ditetapkan, Pemkab Bandung memastikan seluruh langkah penanggulangan, evakuasi, dan penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat serta teratur. ***

>

Saat ini belum ada komentar