Timnas Indonesia Berjuang di Babak Division SoSea Football
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Tim Nasional Indonesia mulai berlaga di babakdivisioningKompetisi Sepak Bola Special Olympic Southeast Asia (SoSEA) 2025, yang diadakan di Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani, pada Selasa, 11 November 2025.
Babak divisioningini adalah awal dalam menentukan pengelompokan atlet berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keahlian. hal ini dilakukan agar nantinya atlet yang mewakili timnya memiliki kemampuan yang serupa untuk bersaing satu sama lain.
Di ajang tersebut, Indonesia mengirimkan empat tim yang terdiri dari dua tim putra dan dua tim putri. Pada babak divisioningtimnas putra A memperoleh dua kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.
Sementara tim nasional putri A hanya mampu meraih satu kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan. Seluruh pemain yang memperkuat timnas A berasal dari Kota Bandung.
Sementara pemain timnas B didukung oleh atlet yang berasal dari kota dan kabupaten di Jawa Barat, yang sebelumnya terpilih melalui proses seleksi yang dilaksanakan pada pertengahan tahun ini.
Ketua Regional dan Direktur Eksekutif Special Olympics Asia Pacific, Dipak Natali menyampaikan bahwa Kompetisi Sepak Bola Special Olympics Southeast Asia (SoSEA) 2025 akan diikuti oleh enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Bangladesh.
Jumlah total peserta yang terlibat mencapai 132 atlet sepak bola dengan disabilitas intelektual dan perkembangan (IDD). Untuk format kompetisi, digunakan sistem tujuh lawan tujuh, yang dibagi menjadi dua grup, masing-masing terdiri dari enam tim putra dan enam tim putri.
“Olimpiade Khusus harus menjadi bagian dari masyarakat. Setiap kali mengadakan pertandingan, ini berkaitan dengan kebersamaan dan kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan mereka,” katanya.
Ia menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang belum menyadari potensi besar yang dimiliki oleh penyandang disabilitas intelektual. Melalui ajang kompetisi ini, diharapkan masyarakat dapat langsung melihat semangat dan kemampuan para atlet tersebut.
Bangga sebagai penyelenggara
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan rasa bangganya karena Kota Bandung ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggara Special Olympics Southeast Asia Football Competition.
“Menjadi tuan rumah dari acara besar seperti Special Olympics Southeast Asia Football Competition merupakan kesempatan yang sangat luar biasa. Diperlukan kepercayaan diri, antusiasme, motivasi, dan impian besar dalam menyambutnya,” katanya.
Ia menegaskan, Kota Bandung berkomitmen menjadi kota yang ramah bagi penyandang disabilitas, di mana hak-hak mereka diakui dan dijunjung tinggi. Selain itu, olahraga juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan, memperkuat rasa percaya diri, serta memperkuat semangat inklusi dalam masyarakat.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar