Ahmad Ali Akui Keluar dari NasDem Karena Praktik Mahar Politik yang Tidak Sesuai dengan Nilai Partai
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengungkapkan alasan keluarnya dirinya dari Partai NasDem. Ia menyebut praktik mahar politik menjadi salah satu faktor utama yang memicu keputusannya untuk meninggalkan partai tersebut. Menurutnya, ketidaksesuaian antara nilai-nilai yang diusung oleh NasDem dengan tindakan nyata dalam menjalankan politik menjadi penyebab utama perpisahannya.
Dalam wawancara podcast What the Fact Politics CNN Indonesia, Ali menegaskan bahwa ia merasa diperlakukan tidak adil setelah gagal memberikan mahar politik yang diminta oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pada Pilpres 2024. Ia menilai bahwa pengambilan mahar ini bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dan etika yang seharusnya dijunjung tinggi dalam dunia politik.
“Artinya begini, ketika mahar itu tidak terpenuhi kemudian saya diperlakukan menjadi tidak pantas, tidak wajar,” ujar Ali. Ia menekankan bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang dimandatir oleh partai untuk menjadi penanggung jawab Pilpres. “Ya cukup lah [maharnya] untuk beli, untuk bangun Tower Nasdem 2,” tambahnya.
Ali juga menyebut bahwa keputusannya hengkang dari NasDem lebih tepat digambarkan sebagai ‘dibuang’ oleh partai tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hubungan pribadi dengan Surya Paloh tetap baik. Ia menganggap Paloh sebagai sosok yang sangat dihormati dan dianggap sebagai guru.
“Dan kemudian di NasDem itu saya belajar tentang nilai dan kemudian pada akhirnya, di ujungnya, ternyata nilai yang diajarkan itu tidak konsisten kita perjuangkan,” ujarnya. Menurut Ali, meskipun partai sering menyuarakan moralitas dan restorasi, praktik yang dilakukannya justru bertentangan dengan prinsip tersebut.
Sebelum bergabung dengan PSI pada September 2025, Ahmad Ali sempat menjadi bagian dari NasDem sejak 2013. Sebelumnya, ia aktif sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali dari Partai Patriot. Setelah bergabung dengan NasDem, ia maju sebagai anggota DPR dari Dapil Sulawesi Tengah dan terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.
Ali juga mengkritik kesulitan yang dialaminya saat mencari rekomendasi untuk maju dalam Pilgub Sulteng 2024. Meski menjabat sebagai Wakil Ketua Umum NasDem, ia mengaku sulit mendapatkan dukungan resmi dari partai.
Berikut beberapa poin penting dari pernyataan Ahmad Ali:
- Mahar politik menjadi alasan utama keluarnya dari NasDem.
- Ia merasa diperlakukan tidak adil karena gagal memenuhi permintaan mahar.
- Hubungan pribadi dengan Surya Paloh tetap baik.
- NasDem dianggap tidak konsisten dengan nilai-nilai yang diusung.
- Kesulitan mendapatkan rekomendasi Pilgub Sulteng 2024.***

>

Saat ini belum ada komentar