Saham RI Masih Tangguh, Emiten Tambang Pelat Merah Tunjukkan Buktinya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 32,8% secara year to date (ytd), sejumlah emiten pertambangan pelat merah di Indonesia menunjukkan kinerja yang stabil dan positif. Berdasarkan laporan keuangan mereka, seluruh anggota holding MIND ID justru mencatatkan kinerja yang solid dan konsisten sepanjang tahun lalu.
Beberapa perusahaan yang termasuk dalam grup tersebut adalah ANTM, PTBA, TINS, dan INCO. Kinerja ini dinilai oleh pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto, sebagai hasil dari integrasi hulu ke hilir bisnis yang semakin baik. Ia menekankan bahwa capaian kinerja Grup MIND ID tidak hanya berasal dari kenaikan harga komoditas, tetapi juga kemampuan perusahaan dalam mengelola operasional secara optimal.
Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menambahkan bahwa fundamental emiten tambang BUMN tergolong solid karena mampu melampaui target tahunan. Hal ini menunjukkan bahwa operasional perusahaan berjalan dengan efisien. Selain itu, kontribusi dividen ke negara serta pajak loyalty juga menjadi indikator positif dari sisi cashflow perusahaan.
Kinerja Perusahaan Berdasarkan Komoditas
Dalam laporan keuangan tahun buku 2025, segmen emas melalui PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp7,92 triliun. Capaian ini meningkat 106% dibandingkan laba tahun berjalan 2024 sebesar Rp3,85 triliun. Pendapatan perseroan juga naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dengan bisnis emas menyumbang sekitar 79% dari total penjualan.
Di segmen batu bara, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, dengan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun. Meski menghadapi tekanan harga batu bara global, kinerja perusahaan tetap stabil.
Sementara itu, PT Timah Tbk. (TINS) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,31 triliun atau 119% dari target RKAP 2025. Pendapatannya meningkat 6,41% menjadi Rp11,55 triliun. Di segmen nikel, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 32% ke angka US$76,1 juta. Pendapatannya pun naik menjadi US$990,19 juta.
Perkembangan Pasar Modal Indonesia
Menurut Pelaksana Tugas Sementara (PJS) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, pasar modal Indonesia saat ini berada dalam kondisi baik. Kinerja keuangan perusahaan tercatat terus menunjukkan pertumbuhan laba. Ia menyebutkan bahwa seluruh perusahaan tercatat di BEI membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21% pada akhir tahun buku 2025. Pada kuartal I-2026, emiten LQ45 mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 29,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Emiten tambang pelat merah di Indonesia berhasil mempertahankan kinerja yang kuat meskipun IHSG mengalami penurunan. Dengan strategi bisnis yang baik dan manajemen keuangan yang optimal, perusahaan-perusahaan ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang stabil. Kinerja ini menjadi indikasi bahwa sektor pertambangan masih menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional.***
- Penulis: Diagram Kota

>

Saat ini belum ada komentar