Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Tradisi Hijau Persebaya di Surabaya: Simbol Cinta, Sejarah, dan Harapan

Tradisi Hijau Persebaya di Surabaya: Simbol Cinta, Sejarah, dan Harapan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Di bulan Juni, Kota Surabaya mengalami transformasi visual yang luar biasa. Jalanan utama, jembatan penyeberangan, hingga area strategis kota mulai dipenuhi dengan spanduk dan banner berwarna hijau. Pemandangan ini tidak hanya sekadar dekorasi, tetapi juga simbol cinta, sejarah, dan harapan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagi masyarakat umum, pemandangan ini mungkin terlihat sebagai tradisi suporter biasa. Namun bagi suporter Persebaya, Bonek, bulan Juni memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ini adalah bulan ketika kenangan, perjuangan, dan kebanggaan terhadap klub sepak bola kebanggaan Kota Pahlawan kembali dirayakan bersama.

Sejarah Tradisi Spanduk Hijau

Koordinator Bonek Green Nord, Husein Ghozali, menjelaskan bahwa pemasangan spanduk menjelang hari ulang tahun Persebaya sudah menjadi tradisi yang berlangsung sangat lama. “Ya hampir setiap tahun di awal bulan Juni itu teman-teman membentangkan spanduk-spanduk sebagai bentuk dukungan kepada Persebaya,” ujarnya.

Tradisi ini bukan sekadar aktivitas tahunan. Di balik setiap spanduk yang terpasang, tersimpan sejarah panjang perjuangan suporter mempertahankan eksistensi klub kebanggaan Kota Pahlawan. Ia mengingat kembali bagaimana tradisi pemasangan spanduk bermula ketika Persebaya berada dalam masa sulit akibat dualisme kompetisi sepak bola Indonesia.

Spanduk sebagai Bentuk Perlawanan

Saat itu, spanduk bukan hanya simbol dukungan, melainkan bentuk perlawanan dan penegasan bahwa Persebaya tetap hidup di hati masyarakat Surabaya. “Setiap tahun Persebaya memasang spanduk perjuangan, waktu itu mengidentifikasikan bahwa Persebaya masih ada,” kata Cak Conk.

“Jadi setiap jelang tanggal 18 Juni itu kita pasang spanduk untuk menyakini Persebaya masih ada. Karena bagaimana pun Persebaya bagian dari sejarah kota Surabaya, makanya sampai saat ini kegiatan pasang spanduk ini melekat.”

Tradisi yang Tumbuh Secara Organik

Fenomena pemasangan spanduk tidak lahir dari instruksi resmi atau koordinasi terpusat. Semua bergerak secara organik dari komunitas maupun individu yang memiliki kecintaan terhadap Persebaya. Meski begitu, ia mengingatkan agar semangat mendukung klub tetap dilakukan dengan memperhatikan estetika kota.

“Saya berpesan pada teman-teman bonek dalam pemasangan ini tidak semrawut ditata yang bagus agar menjaga keindahan kota Surabaya juga biar Surabaya tampak elegan dan rapi,” katanya lagi.

Menjelang 100 Tahun Persebaya

Kini bagi banyak Bonek, perayaan tahun 2026 ini terasa lebih spesial. Selain menyambut usia ke-99, Persebaya juga mulai memasuki hitungan mundur menuju usia seabad pada tahun depan. Harapan besar pun mulai disuarakan melalui berbagai spanduk yang menghiasi kota.

“Bahkan tahun ini lebih spesial terutama impian harapan Bonek ke manajemen Persebaya untuk lebih serius mempersiapkan tim menggapai gelar juara jelang 100 tahun Persebaya musim depan,” ujar Bimo, salah satu Bonek.

Budaya yang Tak Terpisahkan dari Identitas Surabaya

Fenomena maraknya spanduk Persebaya juga mendapat perhatian dari akademisi dan pemerhati budaya suporter, Obed Bima Wicandra. Menurutnya, apa yang terjadi setiap bulan Juni merupakan ekspresi budaya yang khas dan tidak bisa dipisahkan dari identitas Kota Surabaya.

Lebih jauh, ia menilai tradisi tersebut merupakan warisan dari perjuangan panjang Bonek dalam mengawal eksistensi Persebaya. “Ini bentuk pernyataan sikap dan ekspresi akar rumput. Tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan kembalinya Persebaya dalam persepakbolaan Indonesia.”

Makna Lebih Dalam dari Warna Hijau

Apalagi di balik warna hijau yang menghiasi kota Surabaya, terdapat makna yang lebih besar daripada sekadar dukungan terhadap sebuah klub sepak bola. Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana kekuatan seni jalanan seperti spanduk dan mural sebagai medium yang mandiri dan partisipatif dalam menjaga memori mengenai Persebaya yang tentu saja beririsan dengan kebanggaan menjadi bagian dari Surabaya, kota yang dikenal sebagai kota pejuang.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • bus trans jatim

    15 Bus Trans Jatim Sunan Drajat Beroperasi di Lamongan Mulai 7 Oktober

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Peluncuran Trans Jatim Koridor VII di Lamongan DIAGRAMKOTA.COM – Pada hari Selasa (7/10/2025), layanan transportasi publik Trans Jatim Koridor VII akan resmi diluncurkan dan mulai beroperasi di wilayah Lamongan. Sebanyak 15 armada bus telah disiapkan untuk menyediakan layanan transportasi yang terintegrasi serta terjangkau bagi masyarakat setempat. Sebelumnya, rute Trans Jatim hanya mencakup wilayah Pantura ke timur […]

  • Kapolda Jatim Cek Pos Terpadu dan Pos Pam di Surabaya Pastikan Layanan Mudik Berjalan Optimal

    Kapolda Jatim Cek Pos Terpadu dan Pos Pam di Surabaya Pastikan Layanan Mudik Berjalan Optimal

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM -– Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto didampingi para pejabat utama Polda Jatim melakukan pengecekan langsung sejumlah pos Operasi Ketupat Semeru 2026 di Kota Surabaya,Senin (16/3/26). Adapun tiga lokasi yang menjadi titik pengecekan yakni Pos Terpadu di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, Pos Pengamanan (Pospam) di Stasiun Pasar Turi, serta Pos Pam di Kebun […]

  • Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Anumerta Kepada Bripka Andithya

    Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Anumerta Kepada Bripka Andithya

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 264
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Almarhum Bripka Andithya Munartono. Ia mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aipda Anumerta. Andithya diketahui merupakan salah satu anggota Polsek Pagerageung, Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menyelamatkan wisatawan tenggelam. Namun, ia meninggal dunia karena terseret ombak sejauh 40 meter. […]

  • Kapolda Jatim: Hari Bhayangkara ke-78, Momentum Kolaborasi untuk Pilkada 2024

    Kapolda Jatim: Hari Bhayangkara ke-78, Momentum Kolaborasi untuk Pilkada 2024

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 198
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Peringatan Hari Bhayangkara ke-78 menjadi momen refleksi bagi Korps Bhayangkara untuk menyambut masa depan yang lebih baik. Tema Hari Bhayangkara tahun 2024 adalah “Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas”. Kapolda Jatim, Irjen Pol Imam Sugianto, menyatakan bahwa momen Hari Bhayangkara kali ini memotivasi seluruh anggota di […]

  • Liverpool

    Babak 16 Besar Liga Champions: Pertandingan Kunci yang Menentukan Nasib Tim

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 91
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Babak 16 besar Liga Champions memasuki fase penting dengan leg kedua yang akan digelar pada dini hari nanti. Empat pertandingan krusial akan memutuskan siapa yang berhak melangkah ke babak perempat final. Dari empat laga tersebut, beberapa tim memiliki peluang lebih besar untuk lolos, sementara yang lain harus berjuang keras untuk mengubah keadaan. Tim-Tim yang […]

  • Soal Nasib Pedagang Pasar Senen Akibat Importir Baju Bekas Bakal Disikat, Menkeu Purbaya: Lu Pengen Menghidupkan UMKM Ilegal?

    Soal Nasib Pedagang Pasar Senen Akibat Importir Baju Bekas Bakal Disikat, Menkeu Purbaya: Lu Pengen Menghidupkan UMKM Ilegal?

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 248
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal nasib para pedagang di Pasar Senen, Jakarta, usai dirinya akan menindak tegas para importir nakal ballpress atau baju bekas. Purbaya menyebut, bukan tujuan pemerintah untuk menghidupkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ilegal. Ia memastikan bahwa tujuan pemerintah hanya untuk menghidupkan UMKM legal. “Lu […]

expand_less