Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Gelombang Penurunan IHSG Memicu Kembali Harga Saham ke Era 2000-an

Gelombang Penurunan IHSG Memicu Kembali Harga Saham ke Era 2000-an

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan hari ini, dengan penutupan pada level 5.644,23 atau turun sebesar 5%. Pergerakan ini menjadi tanda bahwa pasar modal Indonesia sedang menghadapi tekanan jual yang masif. Hal ini memicu kembali harga saham puluhan perusahaan ke valuasi yang tercatat pada era 2000-an.

Kondisi Pasar yang Memprihatinkan

Penurunan indeks secara berkelanjutan menunjukkan bahwa IHSG telah menyentuh level terendahnya sejak 1 Desember 2020. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian ekstrem yang serupa dengan masa pandemi COVID-19. Dampaknya, banyak saham berkapitalisasi besar terlempar jauh dari valuasi wajarnya.

Dalam keterangannya, Gelson Kurniawan dari CNBC Indonesia menekankan bahwa penurunan ini dipengaruhi oleh sentimen negatif makroekonomi dan sikap hati-hati dari institusi-institusi keuangan. Tekanan di bursa saham ini juga didorong oleh depresiasi nilai tukar Rupiah yang semakin dalam, dengan kurs rupiah kini menembus batas psikologis baru yaitu Rp18.000 per Dolar Amerika Serikat.

Pengaruh Depresiasi Rupiah

Pelemahan mata uang domestik ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pembengkakan beban operasional korporasi. Khususnya bagi emiten yang memiliki kewajiban valuta asing maupun ketergantungan pada bahan baku impor dalam porsi besar. Hal ini meningkatkan risiko bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap fluktuasi kurs.

Antisipasi Laporan Pemeringkatan

Tingkat kerentanan bursa saat ini sangat krusial. Tekanan ini terjadi di tengah absennya kepastian, mengingat publikasi pemeringkatan dari S&P Global Ratings yang rumor negatifnya telah memicu aksi jual masif belum dirilis secara resmi.

Di samping itu, volatilitas pasar juga didorong oleh antisipasi investor menjelang dua agenda penting dari MSCI. Lembaga penyedia indeks global tersebut akan mempublikasikan Market Accessibility Review pada tanggal 19 Juni mendatang. Agenda tersebut kemudian akan disusul oleh pengumuman Classification Review pada tanggal 24 Juni.

Harga Saham Kembali ke Valuasi Historis

Dampak dari kepanikan pasar ini terlihat sangat destruktif pada pergerakan saham-saham unggulan. Data menunjukkan bahwa beberapa emiten dengan market cap di atas Rp 5 triliun mengalami penurunan valuasi yang dramatis.

Contohnya, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan penurunan valuasi paling dramatis, di mana harga sahamnya anjlok ke level 1.635, menjadikannya setara dengan posisi harga pada 7 September 2005 atau lebih dari 25 tahun lalu. Koreksi ekstrem serupa juga dialami oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang terpuruk ke level 4.210, mengembalikan valuasi saham ke posisi 10 Maret 2009 atau 16 tahun lalu.

Emiten besar lainnya di sektor kesehatan, properti, dan menara telekomunikasi seperti KLBF, BSDE, dan TOWR juga tergerus habis hingga menyentuh level harga pada tahun 2010 hingga 2012.

Strategi Manajemen Risiko yang Diperlukan

Pergerakan massal ini menegaskan bahwa turbulensi yang melanda pasar domestik telah menggerus struktur tren pertumbuhan fundamental emiten secara menyeluruh. Pelaku pasar kini harus kembali meracik ulang strategi manajemen risiko mereka untuk menghadapi situasi yang terus berubah.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Mengejutkan! Desil 6-10 Bisa Terima BLTS Kesra, Ini Penjelasan Pendamping Sosial

    Kabar Mengejutkan! Desil 6-10 Bisa Terima BLTS Kesra, Ini Penjelasan Pendamping Sosial

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 179
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bantuan sosial yang diberikan pemerintah memang selalu dikaitkan dengan masyarakat yang termasuk dalam kategori ekonomi bawah, atau sering disebut desil 1 hingga 4. Tetapi, jangan terkejut dulu! Ada sistem khusus yang membuat kalian yang berada di desil 6 hingga 10 juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan BLTS Kesra. Bagaimana ceritanya? Aturan Bermain yang Berbeda: […]

  • Polri Imbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Arus Balik dan Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H

    Polri Imbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Arus Balik dan Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 102
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Usai pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kondisi lalu lintas pasca hari raya. Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Tjahyono Saputro, menyampaikan bahwa Polri mengantisipasi adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca Lebaran, khususnya fenomena bangkit mudik. “Kami […]

  • Kerja Sama antara Pemkot Jambi dan Surabaya dalam Pengelolaan Aparatur Sipil Negara

    Kerja Sama antara Pemkot Jambi dan Surabaya dalam Pengelolaan Aparatur Sipil Negara

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 144
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis untuk meningkatkan tata kelola aparatur sipil negara (ASN) dengan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Kolaborasi ini difokuskan pada penerapan sistem manajemen ASN berbasis kinerja dan teknologi. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat efisiensi, efektivitas, dan sinergi dalam pelayanan publik. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan oleh Badan […]

  • Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola Jelang Piala Dunia 2026

    Polri Ingatkan Masyarakat Waspadai Penipuan dan Judi Bola Jelang Piala Dunia 2026

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 51
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) serta praktik judi bola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pada Juni mendatang. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, masyarakat yang menemukan atau menjadi korban […]

  • Peningkatan Pengawasan di Bandara Soetta untuk Cegah Penyebaran Virus Nipah

    Peningkatan Pengawasan di Bandara Soetta untuk Cegah Penyebaran Virus Nipah

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 131
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pihak Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten memperketat pengawasan terhadap masuknya hewan dan tumbuhan dari negara yang sedang mengalami wabah virus Nipah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit tersebut ke wilayah Indonesia, khususnya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Langkah Pemeriksaan yang Lebih Ketat Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten, Duma […]

  • Film Crime 101

    Crime 101 Film Kriminal Terbaru yang Menghadirkan Chris Hemsworth

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Film kriminal terbaru berjudul “Crime 101” telah resmi tayang di bioskop Indonesia. Dengan durasi selama 140 menit, film ini mengangkat tema aksi perampokan yang penuh dengan ketegangan dan realistis. Disutradarai oleh Bart Layton, “Crime 101” memberikan pengalaman menonton yang memikat dan menantang para penonton untuk ikut dalam petualangan para karakter utamanya. Cerita yang Penuh […]

expand_less