Armuji Sidak Rumah Terduga Pelaku Arisan Bodong Rp2,2 Miliar di Surabaya, 84 Penyanyi Dangdut Jadi Korban
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Wakil Wali Kota Surabaya Datangi Rumah Keluarga Novita Amanda
DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah keluarga terduga pelaku arisan bodong dengan total kerugian mencapai Rp2,2 miliar, Senin (18/5/2026).
Kasus tersebut menyeret nama Novita Sari alias Novita Amanda yang diduga menjalankan arisan fiktif dengan jumlah korban mencapai 84 orang. Mayoritas korban diketahui berprofesi sebagai penyanyi dangdut asal Surabaya, Sidoarjo, Gresik hingga Mojokerto.
Saat mendatangi rumah keluarga Novita di kawasan Jalan Raya Klakah Rejo, Kecamatan Benowo, Surabaya, Armuji tidak berhasil menemui Novita.
Di lokasi, hanya ada suami Novita bernama Danan serta kakak kandungnya, Jafar, bersama puluhan korban yang turut mendatangi rumah tersebut.
Suami Mengaku Sudah Tidak Serumah dengan Novita
Di hadapan korban dan Wakil Wali Kota Surabaya, Danan mengaku sudah sekitar sepekan tidak tinggal satu rumah dengan istrinya.
Menurutnya, Novita sebelumnya sempat tinggal bersama keluarga suaminya setelah tidak mampu membayar kos. Namun, Novita disebut telah diusir oleh mertuanya.
“Belum cerai, kan awalnya ngekos di daerah sini juga, tapi karena gak bisa bayar akhirnya tinggal di rumah ibu saya. Tapi, Novita diusir sama ibu saya,” ucap Danan.
Danan juga mengaku tidak mengetahui keberadaan istrinya meski masih sempat berkomunikasi melalui pesan singkat.
“Masih beberapa kali chatting-an, tapi saya sendiri jujur juga gak tahu dia sekarang di mana,” ungkapnya.
Saat dicoba dihubungi melalui telepon di lokasi, Novita disebut tidak merespons panggilan.
Kakak Kandung Akui Pernah Terima Transfer Rp30 Juta
Sementara itu, kakak kandung Novita, Jafar, mengaku tidak mengetahui persoalan arisan bodong tersebut sejak awal.
Ia mengaku baru mengetahui kasus itu setelah rumah keluarganya didatangi banyak korban.
“Saya pulang kerja, sudah ada banyak orang. Saya dari awal gak tahu soal masalah ini karena ini kan masalah rumah tangga adik,” kata Jafar.
Namun, Jafar membenarkan pernah menerima transfer uang sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta ke rekening pribadinya. Menurutnya, uang tersebut digunakan untuk kebutuhan pernikahan Novita.
“Iya memang sempat ada transferan Rp20-30 juta, tapi itu limit untuk biaya nikahannya Novita karena waktu itu adik saya di Madura, ibu gak punya ATM, jadi lewat m-banking saya,” jelasnya.
Ia juga menyatakan siap membantu proses penggantian kerugian korban dengan sistem cicilan sambil terus mencari keberadaan Novita.
Armuji Minta Kasus Diproses ke Polrestabes Surabaya
Melihat situasi yang semakin ramai dan dikhawatirkan memicu konflik, Armuji akhirnya meminta agar persoalan tersebut segera diproses secara hukum di Polrestabes Surabaya.
“Daripada berbelit-belit nanti segera diproses suaminya sama kakaknya Novita untuk diminta pertanggungjawaban ke Polrestabes Surabaya bersama tim lawyer korban dan perwakilan korban saja,” kata pria yang akrab disapa Cak Ji.
Ia juga meminta pihak Polsek Benowo mengawal keluarga Novita menuju Polrestabes Surabaya guna pembuatan laporan polisi.
“Nanti minta tolong dari pihak Polsek Benowo biar langsung dikawal keluarganya agar diamankan dan dibawa langsung ke Polrestabes untuk dibuatkan LP,” ujarnya.
Korban Mengaku Tergiur Keuntungan Cepat
Salah satu korban, Dea Bonita (22), mengaku mengalami kerugian hingga Rp40 juta setelah mengikuti arisan sejak Februari 2026.
Menurut Dea, awalnya Novita menawarkan slot arisan dengan nominal Rp1 juta hingga Rp3 juta disertai janji keuntungan besar dalam waktu singkat.
“Jadi semisal hari ini dia buka tiga slot untuk Rp1 juta sama tiga slot untuk Rp3 juta. Jadi tak ambil semua,” ujar Dea.
Awalnya, pembayaran keuntungan berjalan lancar sehingga korban semakin percaya. Namun, pencairan mulai tersendat hingga akhirnya macet total.
Korban lain, Jihan Savita (22), mengaku kerugian yang dialaminya mencapai Rp16 juta. Ia mengaku percaya karena mengenal Novita sebagai sesama penyanyi dangdut.
“Awalnya kita enggak ada curiga sama sekali karena juga sesama teman penyanyi juga jadi ya percaya saja,” kata Jihan.
Menurutnya, pembayaran keuntungan masih berjalan normal pada Februari hingga Maret 2026 sebelum akhirnya mulai bermasalah pada akhir April.***

>
>
