RSUD Dr Soetomo Tetap Beroperasi Pasca Kebakaran Gedung Jantung Terpadu
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebakaran yang terjadi di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo Surabaya tidak mengganggu pelayanan rumah sakit secara keseluruhan. Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menjelaskan bahwa semua proses operasional tetap berjalan dengan penyesuaian yang cepat dan efisien.
“Kami memastikan pelayanan rumah sakit tetap berjalan dengan penyesuaian operasional pada sejumlah area terdampak serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan keamanan fasilitas rumah sakit,” kata Cita dalam keterangannya.
Proses Tanggap Darurat yang Cepat
Sejak kebakaran terdeteksi sekitar pukul 06.30 WIB, rumah sakit segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat. Dalam 30 menit pertama, tim respons darurat telah diaktifkan dengan empat koordinator utama:
- Koordinator api
- Koordinator evakuasi pasien
- Koordinator pengamanan peralatan medis
- Koordinator pengamanan dokumen
“Prioritas utama penanganan insiden adalah keselamatan pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan petugas rumah sakit,” ujar Cita.
Evakuasi 44 Pasien Secara Aman
Sebanyak 44 pasien berhasil dievakuasi ke area pelayanan lain, termasuk Ruang Observasi Intensif (ROI), High Care Unit (HCU) Graha Amerta, ruang buffer Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta Intensive Care Unit (ICU) Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT). Proses ini dilakukan sesuai kondisi klinis masing-masing pasien dan tetap dalam pengawasan tenaga medis.
Seluruh proses perawatan, pengobatan, dan terapi pasien tetap berjalan dengan tim dokter dan perawat yang sama. Hal ini memastikan kualitas layanan tetap optimal meski ada perubahan lokasi perawatan.
Dua Pasien di ICU Mendapat Perhatian Khusus
Dari 44 pasien yang dievakuasi, dua pasien di Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) mendapat perhatian khusus karena menggunakan ventilator. Kedua pasien tersebut dipindahkan ke Ruang Resusitasi (RES) IGD. Salah satu pasien berhasil distabilisasi, sementara satu pasien lainnya meninggal dunia saat proses stabilisasi.
Pasien yang meninggal merupakan pasien rujukan pascaoperasi jantung yang masih dalam kondisi kritis, menggunakan ventilator, serta menjalani hemodialisis atau cuci darah.
Respons Cepat Petugas dan Lokalisasi Api
Manajemen rumah sakit menyatakan bahwa petugas internal sempat melakukan pemadaman awal menggunakan sistem proteksi gedung sebelum tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba di lokasi. Respons cepat petugas berhasil melokalisasi api sehingga tidak meluas ke area maupun lantai lain di lingkungan rumah sakit.
“Kondisi di lokasi kejadian dinyatakan aman dan terkendali, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang,” tambah Cita.
Pemantauan dan Evaluasi Menyeluruh
RSUD Dr Soetomo terus memantau situasi dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan keamanan fasilitas rumah sakit. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan tetap optimal bagi masyarakat.***

>
>

Saat ini belum ada komentar