7 Siswa Korban Keracunan MBG di Surabaya Masih Dirawat di RS, Kondisi Membaik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebanyak tujuh siswa yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RSIA IBI). Insiden ini terjadi setelah sekitar 200 siswa dari 12 sekolah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh.
Gejala Umum yang Dialami Korban
Korban keracunan umumnya mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga diare. Sebagian besar dari mereka dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Menurut Direktur RSIA IBI Surabaya, dokter Ramli Tarigan, sebanyak tujuh siswa masih dirawat inap.
“Total tujuh orang yang masih dirawat inap. Semua rata-rata mual, muntah, mencret. Kita menunggu hasil observasi dokter anak untuk memulangkan korban,” ujar Ramli.
Kondisi Pasien Mulai Membaik
Dari pantauan medis, beberapa pasien mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Tiga dari lima pasien yang masih dirawat diketahui sudah pulih sepenuhnya. Namun, dua lainnya masih mengeluhkan keluhan tertentu sehingga perlu dilakukan observasi lanjutan.
Ramli menegaskan bahwa keputusan untuk memulangkan atau tetap merawat pasien sepenuhnya berada di tangan dokter spesialis anak. Saat ini, tim medis masih memantau perkembangan kondisi seluruh pasien.
Pengakuan dari Pihak SPPG
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla, menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa bahan makanan yang digunakan dalam kondisi segar dan proses pengolahan sesuai dengan standar BGN.
“Dagingnya enggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Bumbunya pun sudah sesuai resep dan standar masaknya begitu,” jelas Chafi.
Ia juga mengklaim bahwa dapur MBG tersebut telah memiliki sertifikasi lengkap dari Badan Gizi Nasional (BGN). Meski demikian, ia mengakui bahwa insiden ini merupakan hal luar biasa yang tidak bisa dikendalikan.
Operasional Dapur MBG Dihentikan Sementara
Akibat kejadian ini, operasional dapur MBG di SPPG Tembok Dukuh dihentikan sementara waktu. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dari BBLK Surabaya.
Tanggung Jawab Penuh dari SPPG
Chafi menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan para korban. Selain itu, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Langkah Penyelidikan Lebih Lanjut
Selain investigasi internal, pihak berwajib juga sedang memeriksa penyebab pasti dari keracunan tersebut. Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar penentuan tanggung jawab dan langkah-langkah pencegahan lebih lanjut.
Peran Penting Komunitas dan Orang Tua
Para orang tua dan komunitas setempat diminta untuk tetap waspada dan memberikan dukungan kepada korban. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan kualitas makanan yang disajikan oleh program-program sosial seperti MBG.
Tips untuk Menghindari Keracunan Makanan
- Pastikan bahan makanan dalam kondisi segar
- Perhatikan proses pengolahan dan penyajian makanan
- Jika mengalami gejala keracunan, segera cari pertolongan medis
- Laporkan ke pihak berwenang jika menemukan indikasi keracunan
FAQ
Apakah semua korban keracunan MBG sudah pulih?
Tidak semua korban sudah pulih. Sebagian besar masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Apa yang dilakukan SPPG untuk mencegah kejadian serupa?
SPPG akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat standar keamanan makanan.
Bagaimana cara melaporkan kasus keracunan makanan?
Masyarakat dapat melaporkan ke pihak berwajib atau lembaga kesehatan setempat.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar