Keracunan Massal Siswa di Surabaya Usai Konsumsi Makan Bergizi Gratis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banyak siswa di kawasan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini menimpa sekitar 200 anak dari 12 sekolah berbeda, termasuk TK, SD, dan SMP.
Gejala Umum yang Dialami Siswa
Para korban mengeluhkan pusing, mual, dan muntah setelah menyantap menu MBG. Beberapa siswa bahkan harus mendapatkan perawatan medis intensif. Salah satu orang tua, Ayu, menceritakan bahwa ia langsung diminta untuk menjemput putrinya setelah mendapat kabar dari guru bahwa anaknya mengalami pusing hebat.
“Saya langsung ke sekolah dan melihat banyak anak yang muntah-muntah,” ujar Ayu saat ditemui di Puskesmas Tembok Dukuh. Ia juga menambahkan bahwa gejala serupa dialami oleh banyak teman sekolah putrinya, terutama siswa laki-laki.
Perawatan Medis dan Penyelidikan
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tiyas Pranadani, mengatakan bahwa total korban sementara mencapai 200 anak. Menurutnya, semua korban mengalami gejala ringan dan dapat ditangani secara efektif oleh tim medis.
“Gejalanya masih ringan, masih memungkinkan kita tangani, kita obati,” kata Tiyas. Saat ini, sampel makanan telah diambil untuk dianalisis di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) bersama Dinas Kesehatan Kota Surabaya.
Pemeriksaan di Lokasi Kejadian
Tim Inafis Polrestabes Surabaya juga melakukan olah TKP dan pemeriksaan mendalam di Dapur SPPG yang berlokasi di Jalan Demak Madya. Mereka mengambil sampel makanan dan akan melanjutkan pengecekan bersama pihak laboratorium.
Dampak pada Sekolah dan Orang Tua
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan para orang tua dan pengelola sekolah. Cicilia, salah satu siswi kelas 6 SD Negeri Tembok Dukuh III, mengaku mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi lauk daging sapi krengsengan.
“Ia muntah-muntah dan merasa pusing. Di sekolah saya ada lebih dari 80 siswa yang mengalami hal sama,” ujar Cicilia.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Sebagai langkah pencegahan, para ahli kesehatan menekankan pentingnya pengawasan terhadap penyedia makanan di lingkungan sekolah. Selain itu, mereka juga menyarankan agar siswa dan orang tua lebih waspada terhadap jenis makanan yang dikonsumsi, terutama dalam program makan gratis.
Tindakan Darurat dan Pengawasan
Seluruh siswa yang terkena dampak insiden ini kini sedang dalam pemantauan medis. Tim kesehatan akan terus memastikan kondisi mereka stabil dan segera pulih. Pihak sekolah juga diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan dinas kesehatan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Langkah Selanjutnya
Dalam waktu dekat, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti keracunan tersebut. Selain itu, pihak berwenang juga akan memperkuat pengawasan terhadap penyedia makanan di lingkungan sekolah, terutama dalam program makan bergizi gratis.
Tips untuk Orang Tua dan Siswa
- Perhatikan jenis makanan yang disajikan.
- Pastikan makanan tersaji dalam kondisi segar dan higienis.
- Laporkan jika ada gejala tidak normal setelah mengonsumsi makanan tertentu.
- Ajarkan siswa untuk selalu waspada dan tidak mengonsumsi makanan yang tidak jelas asalnya.
Dengan tindakan cepat dan pengawasan ketat, diharapkan kejadian seperti ini tidak lagi terjadi di masa depan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar