Kesehatan 200 Siswa di Surabaya Digoyang Keracunan Massal Akibat MBG
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah besar siswa di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, mengalami keracunan setelah menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). Kejadian ini menimpa sekitar 200 siswa dari 12 sekolah yang terjadi pada hari Senin, 11 Mei 2026.
Penyebab Keracunan Diduga Berkaitan dengan Olahan Daging
Menurut informasi yang diperoleh, kepala Puskesmas Tembok Dukuh, Tyas Pranadani, menduga bahwa penyebab keracunan berasal dari olahan daging dalam menu MBG. Siswa-siswi tersebut mengeluhkan gejala seperti pusing, mual, dan sakit perut. Banyak dari mereka kemudian dilarikan ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh makanan yang disajikan sebagai bagian dari program MBG. Menurut Tyas, semua makanan yang belum dikonsumsi oleh siswa akan ditarik sepenuhnya.
SPPG Bertanggung Jawab atas Penanganan Medis Siswa
Tyas menjelaskan bahwa SPPG berkomitmen untuk membiayai seluruh pengobatan bagi siswa yang terkena dampak keracunan. Selain itu, pihak laboratorium juga sedang melakukan analisis terhadap sampel makanan MBG yang telah dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BLK).
Peran SPPG dalam Program MBG
Program MBG bertujuan untuk memberikan makanan bergizi kepada siswa yang kurang mampu. Namun, kasus ini menunjukkan adanya risiko jika standar higienitas dan keamanan makanan tidak dipenuhi. Beberapa waktu lalu, ada laporan serupa tentang 252 siswa di Jakarta yang juga mengalami keracunan akibat MBG.
Langkah Pencegahan dan Evaluasi
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, penting bagi lembaga penyedia makanan seperti SPPG untuk memastikan bahwa semua proses produksi dan distribusi makanan mematuhi standar kesehatan. Pemerintah daerah juga harus lebih ketat dalam melakukan audit dan pemeriksaan berkala.
- Pastikan anak-anak hanya mengonsumsi makanan yang disediakan oleh pihak sekolah atau lembaga resmi.
- Jika terjadi gejala mual, pusing, atau demam, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
- Laporkan kejadian tersebut ke pihak sekolah dan dinas kesehatan setempat agar dapat ditindaklanjuti.
Kasus keracunan massal akibat MBG menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap program pangan yang diberikan kepada masyarakat. Meski tujuannya baik, keamanan dan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama. Orang tua dan pihak sekolah perlu tetap waspada serta bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan siswa.***

>
>

Saat ini belum ada komentar