Kasus Keracunan di SD Surabaya: Penyebab dan Langkah Pencegahan yang Perlu Diketahui
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pada Senin, 11 Mei 2026, sebanyak 75 siswa dan guru di SD Pancasila 45 Surabaya mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas makanan yang disediakan oleh pihak sekolah.
Kronologi Kejadian
Menurut laporan dari salah satu guru di SD Pancasila 45, total MBG yang diberikan adalah 122 porsi. Namun, hanya 75 orang yang mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 71 adalah siswa dan empat lainnya adalah guru.
Gejala yang dialami meliputi mual, lemas, pusing, hingga muntah. Para korban kemudian dibawa ke beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Tembok Dukuh, Puskesmas Asemrowo, dan RS IBI Surabaya.
Saat ini, kondisi para korban telah membaik. Mereka sudah dipulangkan dan tidak lagi mengeluhkan gejala keracunan.
Dugaan Penyebab
Berdasarkan informasi awal, penyebab keracunan diduga berasal dari menu daging dalam MBG. Puskesmas Tembok Dukuh mencurigai bahwa bahan makanan tersebut tidak layak konsumsi atau tidak diproses dengan benar.
Selain itu, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah lain di wilayah Tembok Dukuh. Data sementara menunjukkan lebih dari sepuluh sekolah mengalami hal yang sama.
Langkah yang Diambil
Pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat segera melakukan tindakan untuk memastikan keselamatan para siswa dan guru. Selain itu, SPPG (Sekolah Pengelola Program Gizi) juga menarik semua MBG sementara waktu hingga penyebab pasti diketahui.
Keracunan Makanan
Untuk mencegah kejadian serupa, berikut beberapa langkah penting yang bisa diambil:
- Pastikan makanan disajikan dalam kondisi segar dan aman
- Lakukan pengawasan ketat terhadap supplier makanan
- Berikan edukasi kepada siswa tentang cara memilih makanan yang sehat
- Jangan menyediakan makanan yang sudah melewati masa kedaluwarsa
Keracunan makanan bisa terjadi kapan saja jika tidak diperhatikan secara tepat. Dalam kasus ini, penting bagi pihak sekolah dan pengelola program gizi untuk meningkatkan transparansi dan standar keamanan makanan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar