SPKLU di 5 Lokasi Parkir, Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang dikenal sebagai pusat ekonomi dan transportasi di Jawa Timur, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung penggunaan kendaraan listrik. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pemasangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di beberapa titik kunci. Proyek ini diharapkan dapat menjadi fondasi untuk mendorong transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Penyebaran SPKLU di Lima Titik Strategis
Pemkot Surabaya bekerja sama dengan PT Utomo Charge+ Indonesia untuk memasang SPKLU di lima lokasi utama. Kelima titik tersebut mencakup Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Park & Ride Mayjend Sungkono, Balai Kota Surabaya, Siola Tunjungan, serta Park & Ride Arif Rahman Hakim. Totalnya, ada 10 gun charger yang telah dipasang di seluruh area tersebut.
Setiap stasiun memiliki kapasitas daya hingga 180 kWh dan dilengkapi teknologi ultra fast charging. Dengan demikian, pengguna kendaraan listrik dapat mengisi daya secara cepat dan efisien, tanpa harus menunggu lama.
Manfaat SPKLU bagi Masyarakat dan Transportasi Umum
Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa SPKLU tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat umum, tetapi juga digunakan untuk transportasi publik milik Pemkot Surabaya. Di antaranya adalah Suroboyo Bus elektrik, yang saat ini jumlahnya sekitar 13 unit.
“Bus-bus listrik ini bisa memanfaatkan SPKLU di Terminal Intermoda Joyoboyo saat sedang melakukan perjalanan dan kehabisan daya,” ujar Trio. Ia menambahkan bahwa penambahan SPKLU ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur pendukung kendaraan listrik, sejalan dengan program pemerintah yang berfokus pada pengurangan emisi.
Peran Utomo Charge+ dalam Mendorong Elektrifikasi
Managing Director Utomo Charge+, Anthony Utomo, menilai bahwa kehadiran SPKLU di berbagai titik penting bukan hanya memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi katalis dalam mengubah perilaku masyarakat menuju mobilisasi yang lebih ramah lingkungan.
“Utomo Charge+ berkomitmen jangka panjang untuk mengembangkan mobility hub di berbagai lokasi strategis, seperti Spazio, Loop Graha Family, Anjasmoro, dan MERR. Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan ekosistem mobilitas terintegrasi yang tidak hanya menyediakan fasilitas pengisian daya, tetapi juga mendukung gaya hidup yang lebih efisien dan berkelanjutan,” jelas Anthony.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meski SPKLU telah mulai beroperasi, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Misalnya, kesadaran masyarakat tentang manfaat kendaraan listrik dan penggunaan SPKLU secara optimal. Selain itu, perlu adanya koordinasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat agar proyek ini dapat berjalan maksimal.
Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak, peluang untuk mewujudkan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan semakin terbuka. Surabaya, dengan inisiatifnya ini, menunjukkan bahwa ia siap menjadi contoh dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia.

>

Saat ini belum ada komentar